Penyebab Insiden Meriam di Natuna Masih Diselidiki

743

Sumber : Istimewa

JAKARTA, SERIKATNEWS.COM – TNI Angkatan Darat menyampaikan ucapan terimakasih kepada media massa atas perhatian dan simpatinya yang besar terhadap musibah kecelakaan latihan TNI Angkatan Darat di Natuna. Insiden tersebut menyebabkan gugurnya empat orang prajurit dari Yonarhanud-1/K serta delapan orang lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen Arm Alfret Dennny Tuejeh mengatakan, ledakan keras terjadi saat gladi bersih latihan PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) di Tanjung Datuk Natuna Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (17/5/2017), jenazah empat orang prajurit TNI AD yang menjadi korban dalam insiden kecelakaan latihan di Natuna telah diberangkatkan menuju ke daerah asal masing-masing.

“Jenazah Alm Pratu Marwan dibawa ke Pekanbaru, jenazah Alm Kapt Arh Heru Bahyu ke Padang, jenazah alm Pratu Ibnu Hidayat ke Semarang, dan jenazah Alm Praka Edi ke Palopo,” katanya dalan siaran pers yang diterima Serikatnews.com pada Kamis (18/5).

Afret menerangkan, terkait dengan kecelakaan latihan tersebut, tim dari TNI AD masih sedang dan terus melakukan investigasi untuk mengetahui penyebabnya. Namun secara teknis, lanjut dia, Meriam 23 mm/Giant Bow yang digunakan dalam latihan tersebut masih dalam kondisi baik dan dipelihara dengan baik di satuan Yonarhanud-1/K.

“Hasil investigasi yang dilakukan oleh tim dari TNI AD nantinya akan dilaporkan kepada Panglima TNI,” ujar Afret.

Afret menjelaskan, TNI AD sangat menghormati dan menghargai kebebasan jurnalistik serta akan selalu terbuka untuk memberikan informasi kepada media. Namun, lanjut dia, TNI AD juga berharap agar semua pihak bisa turut berempati terhadap duka cita yang sedang dialami oleh keluarga prajurit TNI AD yang menjadi korban, dengan cara tidak menyebarkan gambar-gambar maupun berita yang tidak benar terkait insiden tersebut. (Arif K Fadholy)

Baca Juga:  Polewali Mandar Krisis Air Bersih