Peran Strategis Indonesia Jaga Stabilitas Kawasan Asia Pasifik

323

Terpilihnya kembali Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020 memiliki peran strategis untuk stabilitas nasional juga sebagai intermediator kepentingan global, khususnya posisi Indonesia sebagai perwakilan negara kawasan Asia – Pasifik.

Setelah mendapatkan dukungan sebanyak 144 suara dari 190 negara yang hadir, Indonesia bersaing dengan Maladewa yang mendapatkan 46 suara. Hal ini membuktikan pengaruh Indonesia di kancah internasional sangat dibutuhkan.

Sebelumnya, Indonesia sudah pernah menjadi anggota tidak tetap DK PBB sebanyak tiga kali, yaitu periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

Kehadiran Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB ini sudah sesuai dengan prinsip politik bebas-aktif Indonesia yang juga tertuang dalam amanat pembukaan UUD 1945, yakni ikut serta menciptakan perdamaian dunia.

Adapun catatan untuk pemerintah saat ini adalah diplomasi internasional yang dilakukan sebaiknya jangan sampai mengesampingkan stabilitas nasional dan kedaulatan bangsa hanya demi citra di mata internasional.

Dengan masuknya Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB dapat memperluas pengaruh Indonesia untuk terlibat langsung dalam merumuskan arah kebijakan politik internasional yang berpihak pada stabilitas nasional dan stabilitas kawasan.

Ada 2 permasalahan yang harus diperhatikan Indonesia sebagai perwakilan negara kawasan Asia – Pasifik, yaitu kemanusiaan dan keamanan kawasan seperti konflik kemanusiaan di Rohingya, Myanmar dan juga kemerdekaan Palestina, serta ancaman terorisme di wilayah kawasan Asia – Pasifik.

Bila dikaitkan dengan politik dalam negeri, pertaruhannya adalah stabilitas nasional. Semakin stabil politik dalam negeri kita, maka semakin efektif pula peran Indonesia dalam membawa misi perdamaian.

Ketua DPP GMNI, Bidang Hubungan Internasional
Baca Juga:  Monster dan Pemberontak Keluarga