Olahraga

Perempat Final Piala Dunia, 50:50 Juara Lama atau Juara Baru

Serikatnews.com

Putaran Final Piala Dunia 2018 telah menghasilkan tim-tim yang berlaga di 8 besar dan akan berlaga di perempat Final yang akan dimulai hari Jumat mendatang. 8 tim tersebut adalah Perancis, Uruguay, Brasil, Inggris, Tuan rumah Russia, Kroasia, Belgia dan Swedia. 4 negara terakhir merupakan negara-negara yang sama sekali belum pernah menjuarai pagelaran terakbar dimuka bumi ini. Buat anda yang memang ingin merasakan sensasi juara baru tentu tak akan ragu mendukung salah satu dari 4 tim tersebut. Namun bagaimana kans dari tim-tim tersebut hingga menembus final?

Piala Dunia 2018 sejak awal memang telah melahirkan kejutan-kejutan, bagaimana tidak, dari babak kualifikasi saja sudah ada 2 tim unggulan yang tidak lolos menuju Russia yakni Italia dan juga Belanda. Dimana Italia merupakan negara yang telah 4 kali menjuarai Piala ini, sementara Belanda adalah salah satu tim yang memiliki talenta-talenta sepakbola yang berkelanjutan.

Kejutan selanjutnya berlanjut pada fase grup putaran Final yang berlangsung di negeri Vladimir Putin ini. Dimualai saat tuan rumah Russia yang diragukan penampilannya dapat membantai Arab Saudi dengan skor telak 5-0, Argentina tergopoh-gopoh untuk lolos ke 16 besar, dan puncaknya adalah kekalahan Jerman dari wakil Asia Korea Selatan dengan skor 0-2 dimana kedua goal terjadi di masa injury time dan membuat jerman harus melupakan mimpi untuk mempertahankan gelarnya dan harus segera angkat koper kembali ke negaranya.

Baca Juga: Melihat Peta Kekuatan Tim Yang Lolos Ke 16 Besar Piala Dunia (Bagian 1)

Kejutan-kejutan terus berlanjut dibabak 16 besar. Argentina yang diharapkan dapat bangkit dari kesulitannya di fase grup ternyata belum mampu berbuat banyak ketika harus menghadapi Perancis. Pertandingan yang berlangsung seru dimana kedua tim bermain menyerang membuat perftandingan ini enak untuk ditonton. Bila dilihat permainan Argentina sebenarnya ada peningkatan bila dibandingkan pertandingan-pertandingan mereka di fase grup, namun keroposnya pertahanan mereka membuat pemain-pemain kelas dunia yang dimiliki oleh Perancis bisa menghasilkan goal lebih banyak dari mereka dan membuat mereka harus menyusul jerman kembali ke negaranya. Di Maria sebenarnya mampu menjalankan tugasnya menjadi tandem bagi Lionel Messi sehingga konsentrasi para pemain Perancis terpecah sehingga Argentina mampu membalikkan ketertinggalan menjadi unggul 2-1. Sayangnya Argentina kurang menyadari kedalaman squad yang dimiliki Perancis, bukannya memperkuat sisi pertahanan saat lagi unggul malah membiarkan pertahanan mudah di tembuas sehingga Mbappe, Pogba dan kawan-kawan mampu membuat 3 goal tambahan yang membuat kedudukan menjadi 2-4. Disisa waktu pertandingan memang Argentina mampu menambah 1 goal, namun itu tidak cukup untuk membuat Argentina bertahan di Piala Dunia 2018.

Kejutan selanjutnya adalah tersingkirnya Spanyol oleh tuan rumah Russia, dimana Spanyol adalah salah satu tim yang sangat diunggulkan di turnamen ini. Masih bermainnya pemain-pemain kelas dunia seperti Andre Iniesta, David Silva, Diego Costa, Sergio Ramos dan masih banyak lagi nama-nama yang telah mendunia di jagat sepakbola seolah menjadi jaminan bagi Spanyol untuk mengalahkan Russia dan lolos ke 8 besar. Namun pada kenyataannya terbalik 180 derajat. Russia dengan cerdik membuat pemain-pemain Spanyol hanya mampu memainkan sepakbola yang membosankan dari kaki ke kaki namun hanya berputar dan berputar tanpa mampu berkreasi membongkar pertahanan Rusia. Dan melalui serangan balik Russia mampu menghasilkan speak pojok yang pada akhirnya berbuah penalty dan akhirnya menyamakan kedudukan. Walaupun setelah goal tersebut praktis Spanyol mengurung pertahanan Russia namun tidak bisa berbuat banyak karena telah kehilangan kreativitas membongkar pertahanan Russia. Dan rasa frustasi Spanyol berlanjut sampai adu penalty yang pada akhirnya menyingkirkan mereka.

Baca Juga: Melihat Peta Kekuatan Tim Yang Lolos Ke 16 Besar Piala Dunia (Bagian 2 – selesai)

Tersingkirnya 2 dari 8 negara yang pernah merasakan manisnya menjadi juara sejagat itu dibabak 16 besar bararti hanya menyisakan 4 negara yang masih bisa melanjutkan perjuangan mereka. Yakni menyisakan Uruguay, Perancis, Brasil dan Inggris saja. Dan bagaimana peluang mereka di 8 besar? Mari kita bahas satu persatu pertandingannya

Uruguay vs Perancis

Meskipun pasar taruhan menjagokan Perancis, namun Uruguay tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain duet dahsyat Edison Cavani dan Luis Suarez, barisan pertahanan Uruguay adalah salah satu yang terkuat di turnamen ini, terbukti hanya 1 goal yang bersarang di gawang Fernando Muslera dari 4 pertandingan yang telah dilalui Uruguay. Untuk itu sisi serang Perancis harus lebih kreatif membongkar pertahanan Uruguay, dan harus menjaga pertahanan karena Edinson Cavani dan Luis Suarez terbukti efektif seperti saat berhadapan dengan Portugal, cukup dengan 3 sentuhan mereka dapat menciptakan goal cantik. Perancis menjadi ujian sebenarnya bagi Uruguay, dengan memiliki gelandang dan penyerang yang begitu mumpuni seperti Griezman, Giroud, Pogba hingga Mbappe tentu bisa melakukan banyak hal, apalagi Perancis memiliki kedalaman squad yang juga tak kalah garangnya, ada Nebil Fekir dan masih banyak lagi yang bisa masuk menggantikan pemain bila terjadi deadlock.di pertandingan ini diperkirakan akan tercipta banyak goal namun selisihnya tipis. Perkiraan Uruguay 45-55 Perancis.

Brasil vs Belgia

Pertandingan ini idealnya merupakan Final antara tim yang mewakili calon juara baru atau juara lama yang akan kembali menjadi juara. Kedua tim memiliki kedalaman squad yang sangat mumpuni disemua lini dari belakang hingga kedepan. Namun pertarungan sesungguhnya ada di lapangan tengah. Neymar Jr dan Coutinho akan diladeni oleh De bruyne dan Eden Hazard. Dipertandingan sebelumnya saat meladeni Meksiko, Neymar Jr memang bermain lebih lebih efektif hingga membuat 1 goal dan 1 assist. Namun De Bruyne meski tidak membuat goal ke gawang Jepang, namun Ia menjadi motor serangan balik cepat yang menghasilkan goal kemenangan Belgia. Pertandingan ini tentu sangat ditunggu-tunggu para pecinta sepakbola. Karena masih banyak nama-nama pemain kelas dunia lain di kedua tim tersebut diluar ke 4 nama yang telah disebut diatas. Dikubu Brasil masih ada Gabriel Jesus dan back upnya Firmino yang menjadi super sub pada pertandingan sebelumnya dan mencetak goal ke 2 Brasil. Dikubu Belgia ada nama predator serang yang masih bersaing memperebutkan posisi top skorer pada diri Lukaku. Nama-nama itu menjadi jaminan untuk tontonan menarik dalam pertandingan ini. Dan sangat dimungkinkan pertandingan dapat berjalan hingga 120 menit hingga adu penalty. Prediksi Brasil 50:50 Belgia.

Swedia vs Inggris

Inggris berhasil melepaskan kutukan selalu gagal dalam adu penalty di Piala Dunia ketika berhasil mengalahkan Kolombia di 16 besar. Memang Inggris dari banyak sisi telah banyak berunahmenjadi lebih baik dibanding turnamen-turnamen international sebelumnya. Namun bila berkaca di pertandingan di Piala Dunia kali ini baru Kolombialah yang menjadi ujian yang sebenarnya dari pasukan Gareth Soutgate. Dipertandingan tersebut beberapa pemain seperti Raheem Sterling terlihat kurang efektif. Untuk itu dalam menghadapi Swedia yang memiliki pertahanan yang lebih baik dari Kolombia, Soutgate harus berani memainkan Marcus Rashford sejak awal. Karena Rashford memiliki naluri mencetak goal yang lebih baik dibandingkan dengan Raheem Sterling. Jordan Henderson harus lebih disiplin menjalankan tugas sebagai gelandang bertahan dan memulai mengatur serangan hingga membuka peluang bagi Harry Kane untuk dapat mencetak goal. Swedia sendiri bukan lawan yang mudah bagi Inggris. Selepas era Ibrahimovic, Swedia menjadi klub yang memiliki kerjasama tim yang rapih dan dibantu dengan postur tubuh yang besar tentu sangat berbahaya dalam umpan-umpan lambung, Gustav Svensson, Emil Forsberg, Viktor Claesson, akan coba memaksimalkan dua penyerang mereka Ola Toivonen, dan Marcus Berg lewat bola-bola atas maupun bola mati. Pertandingan ini akan berlangsung menarik bila kedua tim tidak bermain terlalu berhati-hati seperti pertandingan sebelumnya. Perdiksi Swedia 45:55 Inggris.

Russia vs Kroasia

Russia kemungkinan akan bermain seperti saat melawan Spanyol. Sadar bahwa mereka kalah secara skill individu menghadapi Kroasia yang memiliki gelandang kreatif seperti Luca Modric dan Rakitic, Rusia akan memaksa Kroasia untuk juga berputar-putar memainkan bola dari kaki ke kaki tanpa dapat melakukan penetrasi kedaerah pertahananya. Dan sesekali mencuri kesempatan untuk melakukan counter attack ke pertahanan Kroasia. Sementara Kroasia harus berani melakukan tusukan-tusukan ataupun umpan-umpan lambung kepertahanan Russia agar tidak menjadi frustasi seperti yang terjadi kepada Spanyol. Pertandingan sendiri diperkirakan akan berjalan agak lamban, karena Russia meskipun didukung oleh pemain ke 12 mereka sebagai tuan rumah, namun akan lebih bermain menunggu. Prediksi Rissia 40:60 Kroasia.

Jika kita melihat ke 4 pertandingan tersebut diprediksi tim yang memiliki peluang sebagai juara baru atau minimal bisa melaju ke semifinal adalah Belgia dan Kroasia. Sementara tim-tim yang sudah pernah juara masih lebih memiliki kesempatan untuk lolos ke semifinal ataupun ke final. Tapi jangan lupa, Piala Dunia kali ini penuh kejutan, sehingga berlaku pepatah “bola itu bundar”, tidak ada yang pasti, dan ini hanya prediksi.

Pemerhati Politik dan Sepak Bola,
Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) 2016-sekarang,
Aktivis Rumah Gerakan 98

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top