Perhiasan Cantik dari Limbah Laut

15
Perhiasan Cantik dari Limbah Laut
Ilustrasi (belakanggaleri)

SERIKATNEWS.COM –¬†Warga Padang, Sumatera Barat, mengolah limbah laut, seperti kayu-kayu yang berserakan di pinggir pantai menjadi perhiasan yang cantik dan mempunyai daya jual.

“Kayu-kayu yang awalnya jadi sampah, diolah dengan kreatif hingga menjadi perhiasan seperti kalung, gelang, cincin, dan lainnya,” kata Syafwandi, dosen Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Padang, sekaligus penggerak ide kreatif, di Padang, Minggu (23/9/2018).

Pada awalnya kayu-kayu itu dipilih dari pantai dengan melihat tekstur dan bentuk yang dibutuhkan, kemudian digabung dengan resin.

“Ketika kayu sudah diletakkan di dalam resin maka bentuknya tidak akan berubah dan mengkilat, sehingga cocok sebagai aksesoris yang menarik,” katanya,

Kreativitas yang dimulai Syawandi bersama enam mahasiswa DKV sejak enam bulan lalu itu, kini bisa menghasilkan uang melalui penjualan seharga Rp60.000 per-item.

Salah seorang mahasiswa DKV yang ikut dalam proses kreatif, Jalinus, mengatakan satu orang kini bisa memproduksi 30 buah, di antaranya; gelang, cincin, dan lainnya.

“Kalau untuk membuat bentuknya tidak butuh waktu lama, karena ada cetakan dari silikon, yang lama itu menunggu resin kering,” ujarnya.

Ia mengatakan produk itu kini dipasarkan secara online, dan dijual langsung ketika ada event tertentu di Padang. Bahkan juga diadakan pameran sekaligus bazar yang digelar di kampus UNP, beberapa waktu lalu.

Jali mengatakan pembeli tidak hanya berasal dari Padang, namun juga berasal dari daerah lain seperti Yogyakarta dan Medan. Omzet untuk penjualan aksesoris itu dalam sehari bisa mencapai satu juta rupiah.

“Karena sistem penjualannya sekarang online, pembeli dari daerah lain yang tertarik juga bisa memesan,” imbuhnya.

Bagi warga yang tertarik terhadap aksesoris menarik itu bisa dipesan melalui akun Instagram “Belakang Galeri”.

Baca Juga:  Mahasiswa¬†UNIAT kepung Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi

Lebih jauh Syafwandi menyebutkan kegiatan yang awalnya dari luar kampus itu kini dijadikan program kampus di DKV UNP, bernama Program Kreatif. Mengingat kegiatan tersebut tidak hanya bernilai ekonomis, namun bisa menampung proses kreatif mahasiswa, dan mempunyai nilai kepedulian terhadap lingkungan dan sosial.