Persiba Bantul Ditahan Imbang Persis Solo di Kandang

136
Foto : Arif Kusuma F
Foto : Arif Kusuma F

BANTUL, Serikatnews.com – Persiba Bantul ditahan imbang oleh tim tamu Persis Solo dengan skor 1-1 di Stadion Sultan Agung, Bantul pada Minggu (7/5). Ini merupakan poin pertama Laskar Sultan Agung dalam tiga pertandingan di grup D Liga 2 Indonesia.

Sebelumnya, pada Sabtu (22/4) Persiba Bantul dipermalukan PSIR Rembang dikandang 0-1. Pada Sabtu (29/4) Persiba dihantam tuan rumah PPSM Magelang dengan skor 2-0.

Pertandingan antara Persiba dan Persis mengawali kick off babak pertama pada pukul 14.00. Pertandingan berjalan cukup seru dan sengit.

Pada menit 15 justru tim tamu Persis Solo yang unggul terlebih dahulu oleh Dedy CP mampu menjebol gawang Persiba Bantul. Namun, pada menit ke 42, Bustomi mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Di babak kedua, pertandingan tak kalah seru. Kedua tim saling serang dan atmosfir semakin panas karena beberapa pelanggaran terjadi.

Saat pertengahan babak kedua, pertandingan sempat dihentikan panitia pelaksana pertandingan. Hal itu dikarenakan suporter Persis Solo, Pasoepati memasang tulisan rasis kepada PSIM di tribun timur.

Ketika tulisan rasis itu diturunkan, pertandingan diteruskan kembali. Sampai menit terakhir babak kedua, skor tidak berubah karena tak ada gol tercipta lagi.

Dari tiga pertandingan, Persiba Bantul hanya mampu mengumpulkan satu poin, sedangkan Persis Solo mendapatkan poin tujuh. Setelah sebelumnya menumbangkan Sragen United dengan 1-0 di kandang Sragen dan menang 2-0 atas PPSM Magelang di kandang.

Pelatih Persis Solo, Widyantoro mengatakan, meskipun timnya meraih poin, dirinya kurang puas dengan hasil imbang tersebut. “Target kami meleset, karena target saya poin tiga. Tapi ya tetap disyukuri,” katanya di Stadion Sultan Agung sehabis pertandingan.

Widyantoro menerangkan, targetnya akan berhasil jika wasit fairplay. Dia menganggap, wasit tidak adil dalam pertandingan tersebut.

Baca Juga:  Lifter Eko Yuli Irawan Raih Medali Emas

“Hands ball pun dibiarkan, ini kan pembiaran namanya. Nggak tahu ini ada apa,” ujar Widyantoro. (Arif Kusuma Fadholy)