Kampus

PMII Rayon Dakwah Dan Komunikasi; Menjaga Tradisi

Serikatnews.com

SERIKATNEWS.COM- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau disebut PMII. Organisasi yang lahir pada tahun 1960, lahir dari rahim ormas terbesar yaitu Nahdatul Ulama. Walaupun secara administrasi PMII independen dari NU atau organisasi manapun, akan tetapi secara ideologis dan tradisi tetaplah menjaga tradisi yang telah dilakukan oleh ulama-ulama tradisional atau sering dikenal dengan ulama NU. Tradisi ziarah kubur, yasinan dan tahlilan pun masih sering dilakukan oleh kader-kader PMII. Bahkan tradisi ini telah terintitusi dalam kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh pengurus PMII dari tingkat Pengurus Besar (PB) sampai ke tingkat terkecil yaitu Pengurus Rayon (PR). Kamis, (14/12/17).

Maulidan pula tidak lepas dari kegiatan rutin yang dilakukan oleh institusi PMII seperti yang dilakukan oleh Pengurus Rayon PMII Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada tanggal 14 Desember 2017, pukul 20:00 wib bertempat di masjid Al-maun Ambarukmo ini, seperti yang disampaikan oleh Ketua Rayon sahabat Aris Lukmana Putra bahwa pelaksanaan maulid nabi yang dilaksanakan selain menjaga tradisi yang telah ditunjukkan oleh ulama NU itu, maulid nabi sebagai sebuah cara pengurus mendekatkan diri dengan masyarakat setempat. “Ini harapan kami sebagai kader PMII, kami menjaga tradisi yang baik ini sekaligus dalam rangka mendekatkan diri dengan masyarakat” imbuh ketua rayon.

Acara maulid nabi ini mengangkat tema “pengembalian identitas maulid nabi Muhammad SAW ditengah-tengah modernitas zaman”. Sejalan dengan jargon NU, “Menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik”. Zaman yang kian maju harapannya dengan meraih kemajuan bangsa juga turut membangun tradisi bangsa yang beradab, walaupun hidup di zaman modernitas ini kami berharap kader-kader PMII bersama masyarakat tetap menjaga tradisi baik seperti pelaksanaan maulid nabi, tambah sahabat Lukman. (Iful)

Popular

To Top