PPP Djan Faridz Tidak Ada Kaitannya dengan Muktamar Luar Biasa!

129
Foto: Dok, Pribadi.
Foto: Dok. Pribadi.

JAKARTA, serikatnews.com-Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali bergejolak, dikabarkan Kubu Romahurmuziy atau Romi kembali pecah pasca Pilkada DKI Jakarta. Kabar yang beredar Kubu Mardiono dan Zarkasih Nur menjadi motor terselenggaranya Muktamar Luar Biasa (MLB) untuk mengganti kepemimpinan Romahurmuziy yang dianggap sudah melanggar garis perjuangan Partai.

Menanggapi hal ini, Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP PPP Kubu Djan Faridz, Triana Dewi Seroja, ketika dimintai keterangannya mengenai konflik di internal PPP Romahurmuziy enggan mengomentari kondisi internal di Kubu Romi. “Itukan urusan internal mereka, mau MLB atau mau pecah kongsi itu bukan urusan kami, internal kami adem ayem saja alhamdulillah tetap solid dari awal hingga detik ini PPP Djan Faridz hanya dibawah satu komando Ketua Umum H.Djan Faridz, bahkan dalam waktu dekat, minggu (7/5/2017) insyaAllah seluruh DPW se Indonesia dan Pengurus Harian DPP akan diberangkatkan umroh bersama-sama oleh Ketua Umum kami Djan Faridz. Kami prihatin dengan yang terjadi pada internal Kubu Romi, sebagaimana yang bisa kita lihat suatu organisasi kalau tidak solid dan tidak punya legal standing yang kuat pasti akan mudah goyah dan tidak bisa bertahan lama, apalagi hanya mengandalkan dukungan politik yang setiap saat bisa berubah-rubah” ujar Triana

Bukti lain PPP Djan Faridz solid hingga saat ini bisa dilihat saat acara Rakornas PPP yang diselenggarakan pada Maret 2017 lalu di Hotel Sahid yg dihadiri oleh seluruh DPW dan DPC se Indonesia, bahkan bukan hanya Ketua dan Seketarisnya saja yang hadir tapi pengurus DPW dan DPC pun banyak yg ikut hadir, dari Aceh sampai Papua hadir dengan biaya sendiri!” terang Triana.

Triana menyampaikan bahwa “saat ini di PPP seharusnya sudah tidak ada kubu-kubuan lagi. Sengketa internal di PPP itu sudah berakhir dengan adanya Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI No. 601 yang pada intinya menyatakan : Kepengurusan PPP yang sah adalah Kepengurusan dengan Ketua Umum H.Djan Faridz dan Sekjen Dimyati Natakusumah. Bahkan selain putusan Kasasi MA 601, PPP Djan Faridz telah memenangkan 6 kali sengketa di pengadilan, jadi legal standing PPP Kami itu sangat kuat sekali.” jelas Triana

Baca Juga:  Tangsel Club Gelar Diskusi Untuk Merambah Jalan Baru Tangsel

“Saat ini PPP yang diakui secara hukum berdasarkan Putusan pengadilan dan MA RI hanya satu yaitu PPP dengan Ketua Umum H.Djan Faridz. Dengan demikian PPP dengan Ketua Umum H.Djan Faridz lah yg berhak menggunakan nama dan logo PPP, kami berharap semua pihak bisa menghormati putusan-putusan pengadilan tersebut dan semua pihak harus taat pada putusan tersebut, baik internal PPP maupun external seperti pemerintah yang dalam hal ini Menkumham yg secara hukum harus mensah Kepengurusan PPP Djan Faridz, satu satunya PPP yang diakui berdasarkan 7 Putusan Pengadilan dan satu satunya PPP yang kokoh dan solid hingga saat ini”, lanjut Doktor jebolan Unpar Bandung ini.

Ditanya mengenai MLB Triana menjawab : ” Sekali lagi saya tegaskan bahwa kami tidak ada hubungannya dengan MLB Kubu Romi atau Kubu manapun. Dan kami minta pihak pihak yang tidak memiliki dasar hukum agar jangan memakai nama dan lambang PPP”, ucap Triana.

“Jangan bikin kisruh dengan membawa-bawa nama PPP. Karena itu akan merugikan nama PPP sendiri dan kami akan lakukan tindakan hukum bagi siapa saja yang menggunakan nama dan lambang PPP tanpa persetujuan Ketum PPP yang sah yaitu H.Djan Faridz”, tutup Triana.