Progres Pembangunan NYIA Capai 53%

14
NYIA
Ilustrasi (inews.id)

SERIKATNEWS.COM – PT Angkasa Pura I terus mengebut pengerjaan pembangunan Bandara Bandara New Yogyakarta International Airport/NYIA. Dua bulan menjelang pengoperasionalan, PT Angakasa pura optimistis untuk tuntas tepat waktu. Pasalnya, pembangunan bandara baru ini sudah mencapai 53 persen per 6 Februari 2019.

“Sampai pekan ke-30 pelaksanaan pekerjaan, saat ini progress pembangunan sudah mencapai 53 persen,” ujar Faik Fahmi selaku Direktur PT Angkasa Pura I, Senin (11/2/2019).

Operasional Bandara NYIA dijadwalkan April mendatang untuk penerbangan international. Nantinya, untuk sisi udara (air side) dipastikan rampung 100%, meliputi runway (landasan pacu), rapid taxiway 1, holding bay 1, paralel taxiway, exit taxiway, dan apron.

Sementara fasilitas sisi darat (landside) seperti gedung terminal seluas 12.000 meter persegi. Di sisi ini akan ada gedung penunjang seperti gedung PKP-PK, kargo dan EMPU, masjid, Main Power House (MPH), gedung administrasi.

“Kami yakin pembanguan akan tepat waktu dan menjadi bandara terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Sesuai rencana kerja, pekan kedua Maret 2019 akan dilakukan proses verifikasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Saat pengoperasian terminal internasional, progres pembangunan NYIA secara keseluruhan telah mencapai 50 persen dengan panjang runway 3.250 x 45 meter, 4 unit garbarata, serta area parkir yang mampu menampung hingga 500 kendaraan.

“Ini menjadi proyek strategis nasional, karena bandara Adisutjipto sudah over capacity,” ucapnya.

Angkasa Pura I sebagai pemrakarsa proyek NYIA juga telah memerhatikan sisi mitigasi potensi bencana di wilayah pantai selatan Yogyakarta. Landas pacu NYIA dibangun pada ketinggian 7,8 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan berjarak 1 Km dari pantai.

Sementara apron berada 8 mdpl dan terminal 9 mdpl. Bangunan terminal juga telah dirancang tahan terhadap ancaman gempa bumi hingga 8,8 skala richter (SR).

Baca Juga:  Debat Pilpres Kedua Tak Lagi Ada Pendukung di Belakang Paslon

“Pembangunanya sudah memperhatikan potensi tsunami dan gempa bumi,” ujar vice Presiden Corporate Secretary PT Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan.