Projo Melaporkan Badan Pemenangan Nasional Prabowo- Sandi Ke Bawaslu RI

36

SERIKATNEWS.COM– Relawan capres Joko Widodo, Projo melaporkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke Bawaslu. Pelaporan ini buntut aksi berbohong eks jurkamnas Prabowo-Sandi, Ratna Sarumpaet soal isu penganiayaan.

“Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan politisi-politisi yang tergabung dalam Badan Pemenangan Prabowo-Sandi telah menyebarkan dan menyampaikan berita bohong tentang penganiayaan Ratna Sarumpaet secara sistematis, terstruktur dan masif sehingga mendiskreditkan pemerintah Jokowi,” ujar Ketua Bidang Hukum DPP PROJO, Silas Dutu dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/10/2018).

Silas melaporkan BPN Prabowo-Sandi ke Bawaslu pukul 16.00 WIB sore tadi. BPN Prabowo-Sandi dilaporkan dengan dugaan melakukan pelanggaran pemilu.

Laporan Silas dkk diterima Bagian Temuan dan Laporan Pelanggaran Biro TP3 Bawaslu RI. Mereka membawa bukti print out media online dan 4 video berformat MP4 yang menampilkan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Waketum Partai Gerindra Fadli Zon, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, dan Hanum Rais.

Penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet dipandang Projo merupakan usaha mengarahkan dan membentuk opini untuk meyakinkan publik bahwa pemerintahan Jokowi adalah pemerintahan yang represif, melanggar HAM, pemerintahan yang tidak peduli perempuan, orang miskin, mengabaikan keadilan dan pemerintahan yang merusak demokrasi.

“Akibat dari pernyataan-pernyataan bohong capres Prabowo nomor urut 02 dan politisi-politisi yang tergabung dalam Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Jokowi selaku capres nomor urut 01 dan selaku incumbent mendapatkan sentimen negatif publik dan pemilih sehingga merugikan elektoral Jokowi selaku capres nomor urut 01,” terang Silas.

Baca Juga:  BPC; Mendesak Pemerintahan Indonesia Memberi Pelindungan Terhadap Pengungsi Rohingya