PROJO: Mengatakan Indonesia Bubar 2030, Tidak Menghargai Pengorbanan Para Pendiri Bangsa

672

SERIKATNEWS.COM– Pidato Prabowo Subianto yang mengatakan dan memprediksi Indonesia, sebagai negara akan bubar pada tahun 2030 di pandang PROJO sebagai retorika politik murahan, pesismistis dan penuh keputusasaan.

“Apa dasar dan motifnya? Riset dari mana? Datanya dari mana? Sebut dong sumber lembaganya. Lha, faktanya banyak lembaga ekonomi dan keuangan yang kredibel di dunia, justeru memprediksi Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi no 5 di dunia. Kok malah menebarkan ketakutan dan pesimisme sih?” ujar Budi Arie Setiadi , Ketua Umum PROJO  ( 21/3/18).

“Para tokoh dan pemimpin nasional harusnya menerbitkan gairah dan optimisme. Jangan novel fiksi ” Ghost Fleet ” dijadikan referensi untuk pidato politik. Mengelola negara dan bangsa jangan berdasarkan fiksi. Kalau pun hobi bermimpi , mimpilah yg membawa kemajuan bagi bangsa dan rakyat ini , ” jelas Budi.

“Negara ini lahir dari mimpi dan cita – cita besar para pejuang dan pendiri bangsa. Bayangkan negara yg 96 persen nya buta huruf di tahun 1945 , ternyata bisa merdeka , utuh dan bersatu hingga kini. Ini imajinasi yang luar biasa dari para pendiri bangsa kita. Mimpi – mimpi kemerdekaan kita memang belum sepenuhnya terwujud hingga kini. Tapi hanya bangsa yang optimis akan masa depannya yang mampu menghadapi tantangan jaman,” jelas Budi.

Baca Juga: PROJO: Golkar Bikin GOJO Membuktikan Pendukung Jokowi Masif

“Bangsa ini memerlukan kepemimpinan yang inspirarif, transformatif dan menggerakan perubahan. Pemimpin yang menerbitkan harapan, memproduksi gairah dan optimisme. Bangsa ini bangsa besar. Warisan para pendiri bangsa sangat indah dan berharga,” jelas mantan Aktivis UI.

“Bangsa yg sudah diperjuangkan dan didirikan dengan jutaan nyawa para pahlawan sudah selayaknya kita jaga selama hayat di kandung badan. Bangsa ini memerlukan banyak patriot – patriot sejati, ” pungkas Budi.

Baca Juga:  Indonesia-Chile Sepakat Tingkatkan Kerjasama Perdangangan Hasil Pertanian