PROJO : TNI Harus Menjaga Kesatuan Bangsa dan Jangan Terlibat Politik Praktis

229
Foto: Dok, Pribadi.
Foto: Dok, Pribadi.

SERIKATNEWS.COM-Pidato Presiden Jokowi dalam acara Hari Ulang Tahun TNI ke 72 di Cilegon (5/10) bahwa TNI harus tetap netral dan jangan terlibat politik praktis, mendapat dukungan penuh dari PROJO, organisasi militan pendukung Jokowi.

” TNI bersama rakyat harus menjadi garda depan dalam menjaga kesatuan bangsa. Menjadi benteng yg kokoh bagj NKRI dari berbagai rongrongan.TNI harus disegani  bangsa-bangsa lain. TNI harus menjadi kebanggaan bagi segenap warga bangsa.  ” ujar Budi Arie Setiadi, Ketua Umum PROJO kepada Serikatnews.com

“Menjadi  bangsa yg kokoh, tangguh dan disegani hanya bisa terwujud bila memiliki  TNI yg profesional, visioner dan mampu menjawab berbagai tantangan dan dinamika global yg semakin cepat. TNI bersama rakyat harus  menjadi  salah satu lokomotif bagi kemajuan bangsa, ” jelas Budi.

Bagaimana soal keterlibatan TNI dalam politik praktis? ” Demokrasi kita sudah berkembang. Tentu saja masih banyak kekurangan. Tapi kita jangan membalikkan jarum jam ke belakang. TNI itu alat negara yg punya tugas mulia menjaga bangsa ini.  Menyeret TNI kembali dalam politik praktis, selain melawan gerak sejarah, juga sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI. Reformasi yg di perjuangkan seluruh mahasiswa dan rakyat Indonesia hampir 20 tahun yang lalu sudah tepat, ” jelas Budi.

“Menyeret TNI kembali ke politik praktis  sama saja dengan kita membiarkan  residu demokrasi memenuhi kehidupan sosial politik bangsa ini, ” pungkas mantan aktivis UI 98 ini. (SMH)

Baca Juga:  Rakernas IV Projo: Melanjutkan Kemenangan Rakyat