Puisi- Puisi Faris Al Faisal

255

Batik Bokong Semar
dihiasi dirimu
–pejabat ataupun rakyat– dengan sehelai
kain batik bokong semar yang diukir
dengan canting dari sentuhan tangan
indah wanita pesisisr di paoman
di bantaran sungai cimanuk
yang mengalir tenang
membawa kerinduan
menyatu ke laut impian

dirias perangaimu
–menelan kesombongan–
menggambarkan lakon kisah
ki semar yang bijaksana
memanen buah yang masak
agar saat memimpin
ingat orang miskin
agar saat dipimpin
mengikut dengan rajin

Indramayu, 2018

Kapal Kandas
karam
perahu terbelah
tiang layar patah
dok, ceruk, rantai, kemudi, jangkar
menjadi puing-puing
nelayan-nelayan menyelamatkan diri
mengumpulkan papan geladak
drum-drum yang jika dinaiki terguling lagi
menjangkau-jangkau daratan
menunggu kapal lain
terombang-ambing tak menemukan pulau
ada pula yang tenggelam
tubuhnya dimakan ikan-ikan kecil
menjadi terumbu tulang
kabar duka di kampung nelayan
kisah itu
di paoman, di bantaran sungai cimanuk
wanita-wanita pesisir itu
menggoreskannya di ujung canting
menjadi gambaran luka
gemuruh anak pantai utara

Indramayu, 2018

Etong
pada gemuruh orang-orang pantai utara, melaut dikejauhan
pulau dan samudera. layar perahu terkembang siang dan malam
bulan-bulan pengharapan berkejaran di riak ombak
laut jawa nan bergelora. diringkus mentari dengan peluh, dipeluk
rembulan dalam dinginnya gelombang pasang, diirajah
kerinduan itu pada ujung canting. ikan-ikan laut,
udang, cumi, kepiting adalah lukisan kehidupannya
dengan warna cerita manis dan tragis. kisah alam pesisir
pada kerang dan karang, bebatuan dan terumbu rindu.

Indramayu, 2018

Kisah Perlawanan dari Ujung Canting

orang-orang berkulit putih dari eropa itu
tak pernah tahu. disangka pribumi di bantaran cimanuk
hanya menurut. Dijajah sepanjang hari tiada nyali
manuk bengkuk, sudah takluk
padahal itu adalah siasat
memang tak masuk di akal
senapan di lawan dengan bambu runcing

Baca Juga:  Bercinta di Hari Natal

merak berunding ada di baju-baju
digores oleh ujung canting
sesaat lagi akan ada perundingan
mengumpulkan tenaga rakyat
hingga ada merak ngibing diukirkan
perang gerilya melawan belanda
angkat senjata! angkat senjata!

bantaran cimanuk riuh berpeluh
orang-orang saling serang saling terjang
pengrajin mengisahkannya
pada batik perang teja
sungai memerah berdarah
perlawanan rakyat indramayu
dengan serdadu belanda

Indramayu, 2018

Pengendara Ugal-ugalan

jalanan lurus itu kau buat berliku macam spiral
yang diobral. tancap gas sampai knalpot
penuh asap berpeluh. orang-orang berteriak mengutuk
kau anggap mereka sedang bertepuk. truk-truk bermuatan berat
kau kira saingan ketat. diajakmu berkejaran seperti pembalap
di sirkuit saling lindap. jalanan ramai penuh kendaraan
klakson menyalak-nyalak kau bunyikan. pekak telinga orang bukan
urusan asal sesuai selera dibenak. rambu-rambu
sengaja kau tabrak. “peraturan dibuat untuk dilanggar,” katamu.
jarak, kecepatan, waktu, gravitasi
dan gaya sentrifugal sudah tak kau hirau. tanganmu
hilang kemudi, mesin bekerja tanpa kendali
brak! bunyi sepeda motormu masuk kolong mobil. jerit orang
melihatnya, kau terkapar berlumur darah. beruntung
kau masih selamat. nafasmu hampir saja putus
walau kini diinfus. jangan lagi kau cari mampus.

Indramayu, 2018

Lukisan di Belakang Truk

sesekali berkendara di belakang truk, merasakan butir pasir, tanah bahkan batu terlontar ke kepala. amuk amarah meluap pada sopir. sabar mas, jaga jarak! lukisan perempuan muda di pintu belakang truk menyadarkanku untuk tidak marah.

desa dan kota dijejalahi, mengukur jalanan sepanjang hari, mencari rezeki untuk anak dan istri. pulang dimarahi tak pulang dicari. pulang malu tak pulang rindu. aduhai sopir pun putis bak penyair.

tapi sopir truk pun punya banyak cerita. lihatlah pesan di belakang truknya. istriku minggat gara-gara sms, kecantol janda bahenol, nafkahku demi desahmu,ojo ngaku ayu yen durung duwe bojo sopir, istrimu pacarku, dua anak cukup dua istri bangkrut, rupane kaya ratu atine kaya asu, cintamu tak seberat muatanku, susumu lebih murni dari bensinku.

aih begitulah sopir-sopir melukis kehidupan jalanan yang tak semua orang bisa menjalani senyum pahitnya ada di kanan kiri jalan, lubang-lubang jalan dihindari atau bahkan berkubang di dalamnya. o!

Baca Juga:  Pahlawan Devisa (1)

Indramayu, 2018

Derek
kukira derek nama mobil untuk menarik kendaraan yang terbalik
di jalanan ditabrak dan menabrak berbadan penyok tak bisa jalan
di jalan pantura rupanya derek adalah perempuan
penarik lelaki-lelaki pengemudi truk-truk yang mogok
melihat lubang-lubang menganga minta disumpal
dengan lembaran-lembaran merah sampai terengah
oh sesuka hati ia menarik sampai kau terguling-guling
oh semau hati ia mengikat sampai kau terpikat-pikat
jika kembali melalui jalan ini
tak usah melirik nanti kau tertarik

Indramayu, 2018

Slindet
rumah-rumah kumuh ikan-ikan kering
di para-para dalam bau busuk merambah jalanan
ditabur kulit slindet yang pecah
seperti beling ibu mengayun
anaknya dengan selendang kumal dinyanyikan
dendang lagu perjuangan orang-orang
pesisir yang melaut hingga ke seberang
pulau menyilang selat membelah
samudera nan bergelora diamuk badai
tegar dihantam gelombang tegak
menanti lelaki tangguhnya datang
membawa uang untuk bayar utang

Indramayu, 2018

Bergiat di Dewan Kesenian Indramayu. Puisi, Cerma, Cernak, Cerpen dan Resensinya tersiar berbagai Media Cetak dan Online.