Relawan Ada Maka Jokowi Ada

690

Keberadaan parpol adalah keniscayaan yang tak bisa dihindarkan dalam sebuah demokrasi. Untuk imbangi parpol yang sarat dengan urusan porsi dalam kekuasaan, disitulah masuknya kelompok relawan. Tempatnya berkumpul individu-individu yang berjuang mendukung kandidat murni karena kesamaan prinsip dan nilai.

Dari mulai gonjang ganjing pencalonan Presiden dan Wakil Presiden, kita menyaksikan pertarungan partai-partai politik di internal kubu masing-masing menyodorkan kader ataupun calon pilihan parpol mereka masing-masing dengan berbagai manuver. Tak jarang kita lihat bohong, khianat, berbalik arah, bahkan sogok menyogok dalam prosesnya. Suka atau tidak, inilah politik dan partai politik. Terjadi di ujung belahan dunia manapun. Secara terbuka atau tertutup. Wajar bila tak semua orang merasa tempat mereka di politik atau partai politik.

Namun sebagai warga negara, tidak berpartisipasi dalam proses politik adalah perbuatan yang naif dan berarti secara sadar kita telah menyerahkan penentuan nasib kita sekeluarga ditentukan oleh elite-elite parpol. Berpartisipasi tak selalu berarti masuk politik praktis. Tapi bisa dengan secara aktif mendukung kandidat yang kita yakini membawa prinsip prinsip kehidupan dan nilai nilai etika dan moral yang sama dengan yang kita idamkan. Presiden Joko Widodo adalah tokoh politik yang besar bukan hanya karena dukungan parpol tertentu namun lebih karena dukungan aktif rakyat biasa seperti kebanyakan dari kita.

Kita yang meyakini bahwa Jokowi saat ini adalah kandidat satu satunya yang dapat menjaga falsafah hidup bangsa yang bhinneka, yang bekerja dengan keras, untuk memajukan pembangunan fisik infrastruktur dan meninggikan harkat & martabat rakyat melalui keadilan sosial yang sebenar-benarnya. Jangan biarkan beliau sendiri diantara partai politik yang sarat kepentingan, tapi meleburlah ke dalam pusaran dukungan politik itu sebagai individu- individu atau kelompok relawan. Bersama partai politik dan ormas, kita yang independen wajib perkuat barisan pendukung Presiden Joko Widodo menuju periode ke-2 di tahun 2019.