Sejarawan: Kelestarian Masjid Bersejarah Tanggung Jawab Pemerintah

11
Sejarawan: Kelestarian Masjid Bersejarah Tanggung Jawab Pemerintah

SERIKATNEWS.COM – Pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk menjaga kelestarian sejumlah masjid bersejarah. Namun, hingga saat ini, perhatian pemerintah dirasa kurang optimal.

Menurut sejarawan, JJ Rizal, Undang-Undang tentang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010 harus dijalankan. Termasuk, bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, yang dari para pengurus masjid bersejarah mengeluhkan kurangnya perhatian.

“Seharusnya bisa diminta pertanggungjawaban pemerintah kota/provinsi,” ujarnya.

Rizal menambahkan, selain menjaga kelestariannya, pemerintah juga ikut bertanggung jawab terhadap ilmu pengetahuan yang terkandungnya. Bisa jadi banyak generasi muda yang tertarik, bisa diajak untuk menyemarakkan masjid tersebut.

“Generasi baru seharusnya bisa diajak menemukan cara baru merayakan masjid-masjid tua itu, karena kaya nilai interkulturalisme, pertemuan dan kerjasama budaya, dalam sejarahnya,” imbuhnya.

Sederet masjid yang dikeluhkan kurangnya perhatian pemerintah, salah satunya ada Masjid Al Alam Marunda (Si Pitung) yang terletak di Marunda, Jakarta Utara.

Kemudian, Masjid Jami Annawier yang terletak di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, dan Masjid As-Salafiah di Jalan Jatinegara Kaum, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Keluhannya, mulai dari akses jalan hingga kurang terawatnya bangunan masjid.

Baca Juga:  Menteri Sosial: Kebijakan yang Tepat Jadi Kunci Penurunan Tingkat Kemiskinan