Sepenggal Cerita Kelam

251
Sumber Foto beritaborneo.com
Sumber Foto beritaborneo.com

Oleh: Vinanda Febriani

Aku adalah salah satu korban kecanduan obat-obatan (tanpa memperhatikan dosis).
Itu juga bahaya sebenarnya, terkadang jika aku sedang galau, yang aku pegang adalah obat. Entah, aku tidak tahu apa gunanya. Mungkin supaya tenang.

Dahulu ketika aku berada di pondok pesantren, salah satu cara untuk mengatasi kejenuhanku dengan mata pelajaran dan suasana ponpes adalah dengan mengkonsumsi obat (Promaag, Bodrex, Paracetamol, dsb). Bahkan setiap satu hari aku bisa mengkonsumsi, meminum lebih dari 10 jenis obat apotek. Aku tidak tahu apa bahayanya bagi diriku nantinya.

Setelah aku sadar bahwa obat-obatan itu tidaklah membuatku jauh lebih baik, akhirnya aku memilih untuk menjauh. Bahkan saat ini jika aku sakit pun, jika bisa sembuh tanpa obat-obatan semacam itu (dengan jamu tradisional misalnya) aku akan lebih memilih itu. Kalau bukan karena terpaksa, aku tidak akan pernah meminumnya walau sebijipun.

Mengenai beredarnya obat-obatan terlarang (Narkotika) berjenis Flakka dan sebagainya yang aku tidak bisa menyebutkan satu persatu, aku turut berduka jika itu sudah melebar ke penjuru pasar Indonesia. Karena tentu jika dikonsumsi akan menimbulkan madharat yang besar. “Boro-boro menenangkan, buat cemas nah iya”.

Kemarin aku mendapat broadcast bahwa di daerah Sumatera ada yang sudah menjadi korban Flakka, dan itu masih berusia anak-anak. Tentu ini menjadi hal yang sangat memprihatinkan bagi siapapun yang mendengarnya.

Obat-obatan ini terus beredar luas di pasaran, sangat mencemaskan dan membahayakan. Jika hal ini tidak cepat dan tepat ditangani maka akan sangat berdampak dan sangat berbahaya bagi masa depan anak bangsa.

Memang, setelah meminum obat-obatan ini kita akan merasa tenang. Seperti kala aku demam lalu meminum obat Paracetamol. Itu akan sedikit terasa reda demamku. Akan tetapi demam itu akan kembali ketika efek penenang daripada obat itu habis. Sehingga obat-obatan ini menenangkan namun bersifat sementara.

Baca Juga:  Dari Madilog ke Merdeka 100%: Revolusi belum Selesai

Biasanya orang yang senang mengkonsumsi obat-obatan seperti ini merupakan orang yang sering mengalami stress, gangguan mental dan psikis. Sehingga mereka butuh bimbingan secara lebih, supaya mereka tidak kemudian terjerumus untuk hal-hal negatif seperti mengkonsumsi obat-obatan.

Dahulu, ketika aku di pesantren. Aku sering mengalami galau, stress, gelisah dan perasaan gundah. Entah karena masalah keluarga, teman atau dengan siapapun yang membuatku tidak tenang sehingga aku mengkonsumsi obat-obatan. Namun aku bersyukur saat ini bisa menjauh dari hal berbahaya tersebut.

Yuk jauhi Narkotika!!