Soal Money Politic Sandiaga Uno

110

Kalau diamati dari pernyataan politisi Partai Demokrat, Andi Arief, dari PBB Yusril dan lain-lain, ini sudah jelas bahwa Sandiaga Uno selain menggunakan money politic untuk meloloskan Pencawapresannya dengan Prabowo, ini juga mengindikasikan adanya perpecahan di kubu koalisi partai pendukung Prabowo. Kalau sudah seperti ini menurut saya hanya ada dua kemungkinan yang akan kita lakukan:

Pertama melaporkan adanya money politik ini pada Bawaslu, dimana pada akhirnya nanti Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno akan didiskualifikasi dari kontestasi Pilpres 2019, bahkan jika dilaporkan ke Polisi karena adanya unsur tindak pidana yang melanggar KUHP, mereka bisa dipenjara.

Kedua, membiarkan saja hal ini berlalu karena jika Prabowo dan Sandiaga Uno tidak diikut sertakan dalam Pilpres, maka Jokowi-Ma’ruf Amin akan otomatis menang Pilpres tanpa lawan, yang legitimasi kemenangannya kurang maksimal karena mirip dengan melawan kotak kosong.

Menurut hemat pemikiran saya biarkan saja Parabowo dan Sandiaga Uno tetap maju dalam Pilpres, toh masyarakat luas sudah banyak yang tau tentang kejahatan politik mereka. Dan ini akan menguntungkan posisi Jokowi-Ma’ruf Amin, karena menghadapi lawan politik yang sangat rapuh integritas moral politiknya.

Membiarkan Prabowo-Uno tetap maju menjadi kontestan Pilpres 2019 tanpa sanksi politik dan pidana memang sangat tidak mendidik, tetapi jika mereka berdua didiskualifikasi dan dipidana hanya akan menambah persoalan baru bagi legitimasi kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Kita rakyat Indonesia kembali dihadapkan oleh persoalan munculnya politisi-politisi busuk yang didukung oleh sebagian tokoh masyarakat yang rendah pemahaman peta politiknya dan mudah menghasut dan terhasut karena kepentingan politiknya. Semoga kedepan peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi bangsa ini untuk lebih dewasa dan peka dalam berpolitik ketika negara ini sudah hampir mencapai kejayaannya.