News

Sosialisasi Empat Pilar, Zainut Tauhid; Indonesia Punya Beberapa Kekuatan

Serikatnews.com/Shul

Yogyakarta, SERIKATNEWS.COM – MPR RI bekerjasama dengan Ikatan Siswa Mahasiswa Lamongan Daerah Istimewa Yogyakarta (ISMALA DIY) menyelenggarakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Meeting Room LPP Cottage Mliwis, Selasa (07/11). Agenda ini menghadirkan Zainut Tauhid, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia daerah pilihan Jateng Komisi IV.

Dalam penyampainya, Zainut Tauhid menguraikan beberapa kekuatan bangsa Indonesia dalam menghadapi dinamika zaman. “Indonesia bisa berkompetisi dengan negara lain. Indonesia bisa survive. Bangsa Indonesia dengan salah satu senjatanya adalah religius, tidak pernah terlepas dari Tuhan yang Maha Kuasa, apa pun agamanya. Ini yang menjadikan manusia Indonesia itu manusia yang religius” Ucap Zainut, saat pembukaan acara.

Zainut menambahi bahwa kekuatan yang pertama ialah nilai ketuhanan bangsa Indonesia selalu diterapkan dalam keseharian warga Indonesia. Pegangan warga Indonesia ini tertanam pada sila pertama Pancasila. Dalam hal ini, perjalanan bangsa terus mendapat bimbingan dan inspirasi. Wujud nilai tersebut terefleksikan pada sifat orang Indonesia yang disiplin, ramah-tamah, sopan-santun dan sifat yang telah ada.

Kekuatan yang kedua adalah kekuatan keadilan sosial budaya. Keanekaragaman budaya di Indonesia di antaranya, adat-istiadat; etnis; dan agama. Dengan adanya perbedaan sosial budaya, bukan untuk perpecahan akan tetapi sebagai spirit persatuan. Namun bangsa Indonesia harus tetap waspada. Zainut mewanti-wanti agar masyarakat tidak terlena dengan perbedaan budaya yang ada, karena mengingat perbedaan bisa jadi faktor pelemah kesatuan dan persatuan.

“Bagaimana pemerintah mengelola kemajemukan dan kebhinekaan ini dengan baik, ini yang kemudian menjadi tugas bersama. Tidak kurang dari 1000 lebih etnis tersebar. Makasar punya budaya ratusan. Jawa Timur dengan Jawa Tengah berbeda, sesama Jawa Timur seperti Madura dan Lamongan saja beda” Ungkap Zainut.

Modal yang ketiga adalah Bangsa Indonesia memiliki ideologi yang kuat. Pancasila yang masyarakat pakai adalah kesepakatan para pendahulu, dengan nilai-nilai yang disepakati bersama. Pancasila sendiri digali dari berbagai nilai; nilai budaya, nilai adat istiadat, nilai agama yang tumbuh berkembang di Indonesia. Pancasila pantas dijadikan sebagai solusi kebangsaan.

“Karena kita sudah sepakat, Pancasila sebagai ideologi kita. Sebagai dasar pijakan untuk kita hidup bersama. Dan menggunakan UUD NRI 1945 sebagai kitab aturan untuk bernegara karena Undang-Undang Dasar NRI tahun 1945 sendiri juga digali oleh para ulama-ulama kita, Pancasila dan Undang-Undang dan NRI 1945 itu sudah final, tidak boleh dirubah kembali.” Ucap Zainut.

Akhirnya Zainut menyimpulkan bahwa Indonesia bukan negara Islam, tapi juga bukan negara yang tidak percaya agama. Indonesia adalah negara kesepakatan. Masyarakat Indonesia semuanya terikat kesepakatan dalam mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tidak hanya itu, masyarakat Indonesia juga perlu mengawal pancasila. Ini menjadi konsekuensi semua elemen bangsa dan acara ditutup dengan pemberian Cinderamata dari MPR RI kepada ISMALA DIY. (Shul)

SerikatNews.com adalah portal media Online, sebagai wadah media kritis anak bangsa yang menerjemahkan visi, mencerahkan itu sebagai keharusan, menyajikan tulisan-tulisan jernih dan transfomatif. SerikatNews.com merupakan media yang menyajikan berita-berita yang terpercaya sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Media SerikatNews.com bergerak diranah kampus bermaksud untuk membangun secara kolektif nalar kritis mahasiswa yang hari ini sudah banyak terkoptasi dengan dunia hedonisme. SerikatNews.com tidak memihak terhadap kepentingan satu golongan baik ras, suku, partai politik bahkan agama! Salam Tim Redaksi SerikatNews.com.

Copyright © 2017 Serikatnews.com - All Rights Recerved

To Top