Tantangan Berbangsa dan Bernegara Hari ini; Radikalisme, Terorisme, Serta Konservatisme

464

Jakarta,SERIKATNEWS.COM-Kementerian Agama melalui dirjen pendidikan islam telah menyelesaikan naskah Deklarasi jakarta yang rencananya akan dibacakan oleh Presiden RI bapak Ir. Joko Widodo dalam pembukaan acara Annual International Confernce on Islamic Studies (AICIS) pada tannggal 21 November mendatang.

Deklarasi Jakarta sendiri dibuat dan diinspirasi oleh Amman Message (Risalah Amman) yang sangat populer di dunia studi keislaman.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA, menjelaskan tentang dua poin penting dalam deklarasi jakarta yaitu promosi islam indonesia sebagai pusat peradaban dunia islam, serta pendidikan islam indonesia sebagai destinasi utama kajian islam dunia.

“Kita harus mengambil langkah konkret agar kedua hal tersebut bisa menjadi kenyataan. Salah satu usul konkretnya adalah Saya berharap dan saya mengajak para rektor UIN dan IAIN agar menawarkan beasiswa untuk mahasiswa asing untuk mengambil kuliah di PTKI. Dan mereka dibebaskan dari biaya kuliahnya” jelas Prof. Kamaruddin.

Sementara pada forum yang berbeda, steering commitee AICIS, Prof. Dr. Noorhaidi Ahmad juga mengamini apa yang dikatakan oleh dirjen pendis itu.

“Dengan deklarasi jakarta ini kita berharap, pendidikan islam di indonesia dapat menjadi destinasi studi islam dunia, tempat orang-orang belajar tentang islam rahmatal lil’alamin” ujar prof. Noorhaidi.

Lebih lanjut, direktur sekolah Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menjelaskan tentang tantangan pendidikan keislaman di dalam negeri dalam mengatasi persoalan kebangsaan.

“Kita memiliki tantangan besar dalam berbangsa dan bernegara yang berkaitan dengan radikalisme, terorisme, serta konservatisme, dan semoga deklarasi Jakarta ini mampu berkontribusi pada negara dalam menghadapi dan mengatasi semua itu” terang Prof. Noorhaidi.

“Pantia juga mencapaikan untuk diketahui, acara AICIS akan digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City pada 20 – 23 November mendatang”, tutup pantia (RH)

Baca Juga:  Kemenaker dan KSP Terima Perwakilan Buruh di Istana, Moeldoko: Pemerintah Bersama Buruh!