TARIAN KEDAMAIAN

135
Ilustrasi Puisi Mahud
Sumber : pixabay.com

Oleh : Mahud Bogek*

Menarilah

jangan gaduh

jangan keruh

buatlah jerni hingga dasar paling dalam

berujung pada biru tua

janganlah  takut walau betuknya  badai ombak.

 

Menarilah dengannya hingga

puncak malam adalah kedamaian

anggap saja gelombang badai itu

rambut kekasihmu yang pasrah

dimalam para pujangga ingin bercinta

setiap malam mengisyarat kan rembulan, kerlipan bintang.

 

Jangan kau takut!

tak salah membentangkan layar perahu

tapi bukan jalan keluar di tengah badai

toh tak ada alasan untuk takut dan ditakuti

sama ganasnya mata badai yg kau lihat dengan badai di matamu.

 

Menarilah sampai mabuk

hingga semua lebur membuai jadi abu.

tak ada gelap.tak ada terang.

yang ada kejernihan pikiran

panggil dengan nada lirih.

 

“Tarian kedamaian, tarian jiwa, tarian fikiran, tarian alam”

mari menari sampai mabuk

Tak peduli badai

Habis badai terbitlah terang

mari menari kedamaian.

 

5 November 2016

 

Mahud*Ia lebih senang disebut penikmati sunyi dengan kesendiriannya yang tercatat,ia pun adalah Mahasiswa aktif Sosiologi Agama yang berupaya aktif dengan segala aktivitasnya.

Baca Juga:  Pengajaran Pancasila untuk Pencegahan Terorisme UU