Ekonomi-Politik

Teroris Incar Polisi Karena Dendam

Foto: Dokumen Pribadi

JAKARTA, Serikatnews.com – Belakangan aksi teror bom sengaja ditujukan kepada petugas keamanan, khususnya polisi. Para teroris, dianggap menyimpan dendam lantaran Polri gencar memberantas kelompok-kelompok radikal.

“Kalau ada victim, sebenarnya impact saja. Ini soal dendam. Di kasus sebelumnya mereka merasa rugi karena banyak temannya yang meninggal dan ditangkap,” ujar Pengamat Kontra Terorisme Harits Abu Ulya kepada Serikatnews.com pada Jumat (26/5)

Menurutnya, motif serupa sudah banyak dijumpai di berbagai daerah, seperti di Jajarta, Bandung, Jatiluhur, dan Serpong. Mereka menyasar fasilitas milik kepolisian, seperti pos-pos polisi.

Diketahui, dua ledakan bom telah terjadi di kawasan terminal Transjakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam. Saat itu, di sekitar lokasi, tengah digelar aktivitas masyarakat yakni pawai obor menyambut bulan suci Ramadhan.

Akibatnya, sejumlah polisi yang tengah mengawal pawai dan warga sipil terluka hingga meninggal dunia. Berdasarkan informasi terakhir, peristiwa itu memakan korban 15 orang.

Terkait kejadian di Kampung Melayu, kata Harits, teroris menyasar kegiatan yang dikawal sejumlah petugas kepolisian. Menurutnya, biasanya kelompok teroris mempertimbangkan target yang paling mudah dijangkau. Selain adanya niat dan kenekatan faktor peluang juga masuk dalam perhitungan mereka.

“Bagi mereka mana yang paling mudah dengan keterbatasan yang mereka miliki dan momentum yang pas. Sementara polisi juga agendanya sedang mengawal agenda publik,” kata Harits.

Menurut Harits, selain ingin balas dendam ke polisi, teroris menyasar tempat ramai untuk menunjukkan eksistensi diri. Dia menambahka, seolah mereka ingin menunjukkan kepada khalayak, khususnya polisi, bahwa mereka masih berkeliaran di luar meski sudah banyak rekan mereka diberantas Densus 88.

“Secara umum, misi mereka memang menebarkan teror dan ketakutan di masyarakat, serta ingin menunjukkan bahwa mereka masih eksis,” kata Harits.

Dari pola aksinya, Harits menduga teror bom di Kampung Melayu masih ada kaitannya dengan kelompok yang terafiliasi ISIS. “Mereka hanya komunitas cair dari kelompok yang terafiliasi ISIS,” ujarnya. (Arif K Fadholy)

Popular

To Top