Literasi

Tidak Sekedar Meperingati

Oleh: Resnumurti Ritandea Harjana

Beberapa peristiwa penting bangsa kita sangat lah penting untuk kembali dikenang dan diperingati. Akan tetapi, apakah hanya diperingati saja tanpa ada makna yang bisa kita ambil di jaman sekarang ini. peringatan hari-hari bersejarah hanya dengan acara-acara formal belaka tanp ada makna ynag dapat diambil oleh penerus bangsa. Acara formal seperti upacara, deklarasi, demontrasi dan hanya seputaran itu saja.

Tak ada hal yang menarik yang bisa kita ambil dari sekedar merayaan tanpa makna dan berlalu begitu saja. Hari ini kita akan memperingati hari pahlawan, saat mendengar hari pahlawan tentunya kita langsung dibawa ke masa dimana pada tahun 1945 tepatnya pada tanggal 10 November pertempuran di Surabaya mengorbankan banyak nyawa para pejuang yang ingin mempertahankan kemerdekaan yang telah di proklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 itu.

Pertanyaannya, apakah yang dapat kita ambil dari sejarah masa lalu ? sedangkan penerus bangsa hanya diberi contoh oleh para orang tua dengan sekedar upacara, menyanyikan lagu kebangsaan, mendengarkan beberapa pidato kenegaraan dari para pejabat dan selesai tak ada lagi. Yang ada hanya ceremonial belaka tanpa ada makna seperti bagaimana mengisi kemerdekaan bangsa yang telah mencapai 72.an tahun ini, agar tidak sekedar memperingati saja.

Tentunya pada setiap peristiwa memiliki banyak pelajarangan yang bisa kita ambil. Hal sederhana yang dapat kita ambil adalah semangat para pahlawan yang rela mengorbankan dirinya demi mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. ini pelajaran penting yang mungkin selalu diabaikan oleh beberapa orang, tapi kondisi bangsa hari ini sedang membuktikan bahwa kita membutuhkan orang-orang yang berjiwa pahlawan sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh Soekarno, Hatta, Bung Tomo, Jendral Soedirman.

Banyak orang-orang pintar di bangsa ini dan tidak sedikit pula yang cerdas nun cerdik, akan tetapi sangat sedikit orang yang dengan kepintaran dan kecerdikannya itu digunakan untuk benar-benar mengisi kemerdekaan bangsa ini dengan membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju. Malah sebaliknya, dengan kecerdikan dan kepintarannya kadang kala dilakukan untuk menipu dan mencuri harta rakyat sehingga bangsa kita mengalami kerugian besar atas apa yang dilakukan oleh para pencuri ini.

Saatnya lah kita benar-benar menjiwai sikap pahlawan yang telah mengorbankan dirinya dengan benar-benar membangun Indonesia yang lebih maju serta beradab-budaya. Bangsa ini memiliki banyak pahlawan, setiap orang dan kelompok mengajukan nama-nama pahlawan untuk diakui oleh negara. Tapi, dari sekian banyak pahlawan serta rentetan perjuangan yang ia lakukan tidak benar-benar dicontoh, semangat, cinta terhadap tanah air adalah pengabdian pahlawan yang hari ini mulai luntur ditengah masyarakat Indonesia.

Siapakah pahlawan bangsa Indonesia saat ini ? kita kebingungan siapa yang patut dicontoh, politisi ?, Guru ?, Presiden ?, KPK ? atau siapa ?. kita memiliki jawaban dan tafsiran beribu-ribu tentang siapa pahlawan kita selanjutnya. Bangsa ini terlalu banyak diisi oleh oleh orang-orang pencuri kelas nasional, mengambil uang rakyat, berdrama didepan televisi mengambil simpati kepada masyarakat, ketika dituduh ia tampil dengan pakaian yang sangat religius agar terlihat Islami.

Sudah terlalu banyak orang yang cerdas di Indonesia, menemukan teori ini dan itu, membuat alat super canggih tapi tak benar-benar untuk kemajuan bangsa hanya menipu untuk kepentingan pribadi. Maka, siapapun ia, dari mana pun asalnya, beragama apa dia, selama hati dan jiwanya ia rela kan untuk mengabdi bagi kemajuan bangsa Indonesia maka ialah pahlawan. Apakah pahlawan harus diakui juga tak perlu sampai sibuk-sibuk dibuatkan SK bahwa ia adalah pahlawan, biarkan saja kita tak perlu itu, kita hanya perlu membangun bangsa ini, menjauhi perbuatan mengambil yang bukan haknya, tidak menggunakan jabatannya untuk keuntungan pribadi serta menindas yang lemah. Kita butuh pahlawan, kita butuh contoh, kita butuh pengabdian.

*Penulis Adalah Mahasiswa Jurusan IKS Fakultas Dakwah UIN SUKA

Popular

To Top