Tiga Ibu: Ibu Indonesia, Ibu Pertiwi, Ibu Bumi. Apa yang Bisa Kita Pelajari Dari Mereka?

Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang berjudul Ibu Indonesia yang dibacakan dalam acara Anna Avantie di Indonesia Fashion Week 2018, tiba-tiba saja menjadi issue yang kontroversial. Puisi Mbak Sukma langsung viral. Saya menyaksikannya via YouTube 20D yang diberi judul Soal Cadar dan Azan”. Saya tidak tertarik untuk membahasnya apakah itu penistaan terhadap agama atau perbenturan antara budaya dan agama karena merasa bukan wilayah saya. Saya justru lebih tertarik untuk membandingkan bait kedua dan keempat puisi Sukma dengan lagu Ibu Pertiwi dan Puisi Mother Earth.

Mari kita baca punya Mbak Sukma lebih dulu:

Ibu Indonesia
Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia
Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.
Kini mari kita senandungkan lagu Ibu Pertiwi:

Ibu Pertiwi
Kulihat ibu pertiwi
Sedang bersusah hati
Air matamu berlinang
Mas intanmu terkenang
Hutan gunung sawah lautan
Simpanan kekayaan
Kini ibu sedang susah
Merintih dan berdoa

Kulihat ibu pertiwi
Kami datang berbakti
Lihatlah putra-putrimu
Menggembirakan ibu
Ibu kami tetap cinta
Putramu yang setia
Menjaga harta pusaka
Untuk nusa dan bangsa
Sekarang daraskan puisi Mother Earth:

Mother Earth
Mother earth, our mother earth
She is the one who gives us birth.
The tree, soils, mountains and hills
All are one by one getting killed.

Mother earth, our mother earth
She was once full of happiness.
Rivers, lakes, seas and wells
In this place many creatures dwell.

Mother earth, our mother earth
No one understands its worth.
People work with a lot of zeal.
Only to make money for their meals.
Mother earth, our mother earth
In the forests, we hear sweet birds chirp.
Trees are cut one by one.
But people on earth are planting none.

Mother earth, our mother earth
Oh! Stop filling it with with dirt.
We are destroying it no one other.
Save our mother earth.

Benang Merah dari Suara Tiga Ibu
Membaca puisi dan lagu tiga ibu ini, saya merasakan roh yang sama. Mereka bertiga sama-sama mencintai tanah tempat berpijak. Mereka begitu prihatin jika bumi yang indah ini dieksploitasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab hanya untuk memenuhi egoisme dan nafsu untuk memperkaya diri sendiri maupun kelompoknya.

Baca Juga:  Surat untuk Presiden Jokowi: Mimpi Anak Negeri dan Kesadaran Akan Tujuan

Ketika tanah dijajah, laut dan diaduk-aduk dan tanah dikeruk untuk mengambil harta karunnya, apa yang tersisa bagi anak cucu? Flora dan Fauna pun merana. Jika ikan terakhir telah kita pancing dan pohon terakhir telah kita potong, kita baru menyadari bahwa kita tidak bisa makan uang! Kalimat dalam bahasa Inggris tulisan seorang Indian Amerika yang saya baca di Billboard menyuarakan hal yang sama: alam harus dicintai, bukan dieksploitasi dan dikuras habis.

Bukan hanya itu. Jika kita terus-menerus menabur angin kebencian, kita akan menuai badai peperangan dan perpecahan. Saudara sekandungyang sama-sama lahir dari rahim Ibu Indonesia, Ibu Pertiwi dan Ibu Bumibisa saling hujat dan saling sikat. St. Paul pernah berkata, “Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.

Apa yang bisa kita lakukan?

Menengok dan merasakan kembali kebesaran bangsa kita di masa lalu.

“Supaya kau dapat mengingat Kecantikan asli dari bangsamu. Ibu Indonesia
“Mas intanmu terkenang. Ibu Pertiwi
She was once full of happiness. Mother Earth

Merasakan kesedihan yang sama dengan tiba ibu yang sedang nestapa

“Saat pandanganmu semakin pudar. Ibu Indonesia

“Air matamu berlinang. Ibu Pertiwi

“But people on earth are planting none. Mother Earth

Memandang masa depan dengan penuh pengharapan dan tindakan

“Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia Ibu Indonesia

“Ibu kami tetap cinta
Putramu yang setia
Menjaga harta pusaka
Untuk nusa dan bangsa. Ibu Pertiwi
“Mother earth, our mother earth
Oh! Stop filling it with with dirt.
We are destroying it no one other.
Save our mother earth. Mother Earth

Baca Juga:  Puisi Iqbal Nurul Mashun

Apa benang merah dari Tiga Ibu Bangsa ini? Ingat kebaikan dan keluhuran masa lalu, interospeksi dan perbaiki sikap masa kini, tatap dan kerjakan masa depan dengan optimisme yang tinggi. Merdeka bangsaku!