Warga Minang “Ngariung” di Bandung, Menegaskan Kecintaan Pada Jokowi

304

Kegiatan Kopi Darat warga Minang berlanjut. Setelah bulan lalu di Jakarta, Minang Pemilih Jokowi “ngariung” di Bandung (Sabtu, 17 Maret 2018) di salah satu Rumah Makan Padang setempat. Yang hadir tidak hanya puluhan warga Minang domisili Bandung saja, tapi juga beberapa warga asli Bandung.

Perwakilan “Urang Minang” dan “Urang Sunda” dipersilakan bercerita tentang pengalamannya dan alasannya menyukai Jokowi.. Salah satu perwakilan “Urang Sunda” yaitu Irfan bercerita bahwa dirinya tidak yakin berani memakai kaus bertuliskan “Sunda Pemilih Jokowi” jika suatu saat dicetak. “Tapi saya berani sih kalau pakai kaos Minang Pemilih Jokowi, kan nanti saya dikira warga Minang di Bandung, ga bakal diapa-apain,” kelakar Irfan.

Salah satu wiraswasta Minang di Bandung, Andi, bercerita bahwa dirinya tertarik dan mendukung Minang Pemilih Jokowi karena salah satu semangat utamanya adalah mengatasi hoax di tengah warga Minang yang dirasa awam politik tapi gampang sekali terbujuk berita hoax. Andi juga menyukai konsep kuliner dalam silaturahim sesama MPJ, sehingga pembicaraan menjadi cair. “Dulu saya awam politik, saya juga pernah termakan hoax politik, tapi kini dengan Minang Pemilih Jokowi kami bersemangat menjernihkan pemberitaan ditengah komunitas warga Minang terhadap Jokowi, sambil makan enak tentunya,” sambut Andi.

SerikatNews

Dua “bundo kanduang” dari MPJ, Elvie dan Shanny, ikut menceritakan pengalamannya dalam menghadapi pemberitaan negatif terkait Jokowi di tengah kerabat masing-masing. Elvie dan Shanny bercerita, mereka selalu mengabarkan pembangunan yang dilakukan Jokowi untuk Sumatera Barat kepada kerabat. Pembangunan yang telah berjalan antara lain revitalisasi seribu rumah gadang, reaktivasi jalur kereta Padang-Bukittinggi-Payakumbuh untuk melanjutkan rute Padang-Padang Pariaman, serta tol Padang-Pekanbaru. “Pak Jokowi selalu peduli dengan kita Urang Minang, kami dari komunitas Minang Pemilih Jokowi akan lebih bersemangat mengajak dunsanak di kampung untuk mengapresiasi kerja beliau,” tutur Shanny.

Baca Juga:  PANCASILA

Sementara Elvie menyatakan bukannya tak ada sanak saudara yang beralih untuk lebih mencintai Jokowi. “Tapi terlanjur malu karena selama ini mendukung capres sebelah,” papar Elvie. Elvie juga menyayangkan masih intensnya pemakaian simbol agama untuk menyerang Jokowi. “Jokowi Islam, tapi dunsanak hanya mau mendengarkan atau menyebar ulang pesan ulama yang itu-itu saja yang selama ini amat membenci Jokowi, dan sayangnya dunsanak lebih percaya berita hoax itu,” ujar Elvie.

Adjo Fe, mahasiswa doktoral manajemen pariwisata yang dari Pariaman terbang langsung untuk ikut “ngariung”, bercerita tentang bagaimana masih lemahnya upaya promosi pariwisata di Sumatera Barat padahal sangat kaya budaya dan kearifan lokal. “Bayangkan di Bali saja gunung meletus bisa dijadikan wisata alternatif di Bali, sebegitu warga Bali bisa mengolah apapun yang terjadi pada alam mereka. Kita harusnya bisa belajar memanfaatkan kekayaan alam dan budaya di Sumatera Barat,” ujar Adjo. Adjo juga mencontohkan kearifan lokal tentang pertanian di Sumatera Barat seperti di Solok yang terkenal dengan beras dan keindahan kontur sawah, seharusnya bisa dipromosikan selayaknya Jatiluwih di Bali yang sudah menjadi “rute wisata wajib” bagi turis mancanegara saat berkunjung ke Bali.

Benni yang berdomisili Jakarta dan datang ke Bandung menyatakan bahwa semangat Minang Pemilih Jokowi harus lebih aktif memanfaatkan setiap momen Jokowi yang ada kaitannya dengan Minang atau Sumatera Barat. “Bulan lalu sudah bagus momennya bersamaan saat Pak Jokowi tiba di Dharmasraya. Bulan depan Pak Jokowi akan kembali ke tanah Minang, jadi MPJ harus kembali memanfaatkan momen yang ada agar warga Minang lebih apresiatif pada Jokowi,’ cetus Benni. MPJ, menurut Benni, harus lebih efektif menyebarkan semangat menetralisir berita hoax, agar Jokowi lebih dicintai warga Sumatera Barat, bukan hanya Minang Pemilih Jokowi saja.

Baca Juga:  Daendles, Raffles dan Kolonialisme

Direncanakan kopdar ketiga warga Minang akan dilakukan kembali di Jakarta dan juga di Padang.