Yayasan Pawyatan Menjadikan Pancasila Sebagai Orientasi Pembentukan Karakter Siswa

73

SERIKATNEWS.COM- Pagi tadi (Sabtu, 25/8/18) Aula SMP Pawyatan Daha 1 Kediri ramai oleh yel-yel Pancasila dari 150 guru TK, SD, SMP, SMA, dosen-dosen Universitas Daha untuk mengawali presentasi mereka terkait pengintegrasian Pancasila ke dalam pendidikan. Ada juga satu kelompok terdiri dari guru dari luar Yayasan Pawyatan dari SMP Santa Maria, SMP PGRI, dan SMP Petra yang turut berpartisipasi karena menginginkan hal yang sama untuk sekolah mereka.

Suasana forum amat dinamis karena mereka menyajikan hasil kerja kelompok setelah 3 hari workshop tentang strategi integrasi Pancasila ke dalam pendidikan. 10 kelompok beradu gagasan disertai contoh-contoh aktual yang beragam disesuaikan strata pendidikan yang menjadi tanggung jawab kelompok masing-masing.

SerikatNews

Workshop yang merupakan kerjasama Kaukus Pancasila DPR RI dan BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) tersebut berlangsung mulai tanggal 23-25 Agustus 2018 dengan hasil yang diharapkan berupa sylabus pendidikan masing-masing tingkatan. Hadir pada pembukaan workshop pada tanggal 23 Agustus yang lalu, PLT Kepala BPIP Prof Haryono dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dari Kabupaten dan Kota Kediri.

Kepala Yayasan, LH Pranoto menyatakan komitmen Yayasan tentang pendidikan penguatan karakter yang berorientasi Pancasila. “Setelah ini, kami akan melakukan sosialisasi berseri tentang hasil workshop bagi para guru di lingkungan masing-masing agar seluruh guru paham kebijakan baru ini,” ujar Pranoto menjelaskan.

SerikatNews

Eva Sundari, selaku Ketua Kaukus Pancasila DPR RI memberi masukan kepada peserta, “Agar program ini efektif maka kita harus bekerja juga untuk membentuk Nilai Organisasi atau Sekolah sehingga nilai-nilai yang ingin kita tanam ke para siswa menjadi berkesinambungan.” Menurut Eva Sundari, sekolah harus membangun branding salah satunya adalah mempunyai yel-yel sekolah dan kedua adalah perlunya para champion (model) yang dalam hal ini adalah para pemimpin sekolah dan terutama adalah para guru.

Baca Juga:  Pertanian Tembakau Indonesia: Komoditas Strategis yang Ditinggalkan