Yenti Garnasih

78

Beliau doktor pencucian uang pertama di Indonesia. Tadi pagi dijadikan nara sumber prime talk Metro TV bersama Prof Gayus Lumbuun (eks) hakim agung MA dan eks pansus Century DPR.

Bu Yenti menyatakan bahwa kasus Century sudah cukup dibawa ke ranah hukum dhi ke pengadilan dengan dasar berita Asia Sentinel di mana berita tersebut mengacu pada bahan-bahan yang ada di pengadilan di Mauritius.

Sebelumnya Misbakhum dan Akbar Feisal juga menjadi nara sumber. Misbakhum dituduh oleh Andi Arief yang menjadi dalang adanya berita Asia Sentinel. Ia dituduh terlibat dan menjadi pelaku bahkan dihukum. Namun Misbakhum berkilah bahwa ia bebas murni dan namanya sudah direhabilitir.

Baik Misbakhum dan Akbar Feisal memang menyatakan sebaiknya KPK kembali mengusut tuntas soal Century. Pendapat senada diutarakan oleh Gayus Lumbuun.

Beberapa waktu lalu keputusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan Budiono (mantan wakil presiden 2009-2014) dan kawan-kawan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus Century dan memerintahkan KPK menindaklanjutinya. Keputusan itu atas gugatan keluarga Budi Mulia mantan Deputi Gubernur BI – satu satunya pesakitan yang dihukum 15 tahun penjara atas kasus Century.

Petinggi partai Demokrat awalnya menganggap Asia Sentinel itu berita sampah – tak perlu ditanggapi. Namun kalau tidak di counter akan berbahaya untuk kelangsungan PD ke depan. Terdengar kabar bahwa Asia Sentinel akan diperkarakan. Ini tentu baik sekali karena membersihkan nama amat perlu disamping itu publik di negara demokrasi memerlukan kejelasan.

KPK tak perlu ragu-ragu lagi – publik pasti mendukung penuh. Apalagi jelas disebutkan bahwa rakyat Indonesia menanggung beban kerugian 6,7 milyar dolar AS (versi Indonesia) atau 12 milyar dolar AS (versi Asia Sentinel). Mahal sekali!!!

Baca Juga:  Surat untuk Presiden Jokowi: Mimpi Anak Negeri dan Kesadaran Akan Tujuan