Connect with us

News

Arah Baru IMANC Menyambut Revolusi 4.0

Published

on

Dok. Serikat News

SERIKATNEWS.COM – Ikatan Mahasiswa dan Sarjana Alumni Pondok Pesantren Nurul Cholil (IMANC) menggelar pelantikan pengurus baru yang dikemas dalam seminar kebangsaan di gedung PKP-RI Bangkalan, Sabtu (25/1/2020).

Hadir dalam acara pelantikan ini KH. Hasani bin Zuber yang merupakan anggota DPR RI, Bupati Bangkalan, Ketua DPRD Bangkalan dan sebagian Anggota DPRD Bangkalan.

Selain itu, Majelis keluarga dan Ketua umum HISAN (Himpunan Santri dan Alumni Pondok Pesantren Nurul Cholil) serta Pengurus dan dewan asatidz Pondok Pesantren Nurul Cholil turut hadir menyaksikan pelantikan tersebut.

IMANC merupakan perhimpunan mahasiswa atau sarjana alumni dari Pondok Pesantren Nurul Cholil. Organisasi ini merupakan Badan Otonom dari HISAN yang merupakan induk dari semua organisasi alumni Pondok Pesantren Nurul Cholil.

Sasaran kegiatan IMANC lebih mengarah pada penguatan kader dan sinergi antar kader dari berbagai kampus yang tersebar baik di dalam atau luar negeri.

“Dengan saling sinergi ini diharapkan bisa memberikan kontribusi nyata pada masyarakat secara umum dan kepada pesantren pada khususnya,” kata Ahmad Syaikho, Demisionir Ketua Umum IMANC.

Badrus Sholeh selaku ketua panitia pelaksana menjelaskan bahwa pelantikan ini merupakan ajang ikrar pengurus baru untuk teguh dan amanah dalam menjalankan tugasnya masing-masing. Selain itu, ia menginginkan agar semua pengurus dan anggota IMANC mampu mempunyai nilai-nilai kepesantrenan dan kebangsaan yang kuat dengan diakannya seminar kebangsaan.

Adapun pemateri seminar ini di antaranya Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si selaku rektor Universitas Islam Kadiri dan Prof. Dr. H. Masykuri, M. Si sebagai rektor Universitas Islam Malang, sekaligus menjabat sebagai ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlotul Ulama (FR PTNU).

Di acara pembukaan, Bupati Bangkalan dalam sambutannya mengharapkan agar tema yang diusung dalam pelantikan tersebut benar-benar diaplikasikan dalam langkah nyata. Beliau juga menyampaikan bahwa pesantren dan santri harus bisa mandiri.

Baca Juga:  Tahun 2019, Ratusan Ribu Warga Bekasi Masih Pengangguran

“Kreativitas santri harus terus diasah agar tidak ada ketergantungan dan kebingungan dalam menghadapi era revolusi 4.0,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, dia menyerukan agar santri juga harus berjihad melawan radikalisme. Santri harus mampu mengoptimalkan teknologi yang ada untuk melawan media-media ekstrem yang banyak beredar di dunia maya.

Hal demikian selaras dengan sambutan yang disampaikan oleh ketua umum HISAN, KH. Hasyim Zubair yang juga merupakan dzurriyah Pondok Pesantren Nurul Cholil. Dia menyampaikan bahwa IMANC harus berkontribusi nyata kepada masyarakat.

“Kepengurusan yang baru diharapkan mampu memberikan respons positif pada perkembangan yang ada khususnya di daerah Bangkalan,” katanya.

Secara terpisah, Anggota DPRI RI Komisi VIII, KH. Hasani Bin Zuber yang juga sekaligus pembina IMANC mengharapkan IMANC ini bisa menjadi wadah untuk saling tukar informasi, berbagi pengalaman dan info-info terkini yang bermanfaat. Seperti info beasiswa, lowongan pekerjaan atau yang lainnya.

Selesai acara pelantikan, pengurus IMANC langsung mengadakan RAKER untuk menentukan program-program yang akan diaplikasikan dalam setahun ke depan. Ketua umum IMANC Romli Muallim menyampaikan bahwa pengurus IMANC adalah orang-orang terlatih yang aktif di berbagai organisasi, baik itu organisasi intra atau ekstra kampus.

“Secara psikis dan organisatoris mereka adalah mahasiswa yang siap dan ulet untuk mengimplementasikan semua program kerja yang akan dirapatkan pada hari minggu tanggal 26 Januari esok harinya,” ucap Romli Muallim dengan tegas dan optimis.

Advertisement

Popular