Delapan Tempat Wisata Ikonik di Dubai

12
Dubai
Ilustrasi: Beritasatu

SERIKATNEWS.COM – Dubai merupakan salah satu tujuan wisata para pelancong dunia yang menawarkan kemegahan dengan kilauan teknologi dan bangunan pencakar langit. Meski menampilkan kemasyhuran kota modern, Dubai sebagai salah satu dari tujuh negara bagian di Uni Emirat Arab (UEA) ini, tidak serta merta meninggalkan nuansa bangunan tradisional.

Ruhi, pemandu lokal menyatakan bahwa perubahan terbesar dalam sejarah Dubai berawal dari penemuan minyak sekitar 50 tahun lalu. Dubai secara bertahap bermetamorfosis menjadi kota modern yang ditandai dibukanya bandara dan pelabuhan Internasional Dubai pada 1970-an. “Pada 1979 dibangun Dubai World Trade Center, gedung tinggi pertama di kota, yang membuka jalan bagi serangkaian proyek arsitektur ambisius lainnya,” kata Ruhi, dikutip dari Beritasatu.com.

Selanjutnya, pada tahun 2002, Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum yang saat ini menjadi penguasa Dubai meluncurkan kota internet dan media serta kepemilikan pribadi bagi orang asing yang meletakkan fondasi bagi “New Dubai”. Setahun kemudian dimulai proyek ambisius menara tertinggi di dunia, dan 200 pulau buatan. Hingga kini Dubai bertransformasi menjadi kota modern dengan fasilitas fantastis di dunia.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati Dubai, salah satu pionir di industri pariwisata yang berdiri sejak 1976, PT Smailing Tours & Travel Service menawarkan “Smailing Xperiences”. Pelancong akan memperoleh pengetahuan baru dan merasakan pengalaman sebagai penduduk lokal. Smailing Xperiences disiapkan secara khusus sesuai minat, keinginan dan kebutuhan turis kapan pun mereka mau. Hal tersebut dimungkinkan mengingat produk dan layanan Smailing Xperiences ditangani para talent (extraordinary people) yang memiliki passion dalam bisnis travel serta telah melalui pendidikan dan pelatihan komprehensif.

Ada beragam tempat di Dubai yang bisa dikunjungi para traveler mulai bangunan modern, kawasan Dubai lama yang penuh nuansa budaya tradisional, hingga tur padang pasir (safari desert).

Berikut daftar tempat wisata yang layak dicoba di Dubai:

  1. Burj Khalifa

Salah satu tempat ikonik di Dubai adalah Burj Khalifa (sebelumnya bernama Burj Dubai). Bangunan buatan manusia tertinggi di muka bumi ini memiliki luas 309,473 meter persegi dengan 304 kamar hotel, 904 unit apartemen, dan 2.957 kapasitas kendaraan. Meski memiliki ketinggian 828 meter (m) dan 148 lantai, hebatnya menuju lantai teratas hanya membutuhkan waktu tidak sampai 60 detik. Dilengkapi 58 lift, kecepatannya mencapai 60 km/jam atau 16,7 meter per detik, sehingga menjadikan bangunan ini memiliki lift tercepat di dunia.

Burj Khalifa juga menorehkan banyak catatan dalam rekor dunia, di antaranya bangunan berstruktur bebas (tanpa penyangga) tertinggi di dunia, lantai tertinggi yang dihuni manusia di dunia, deck observation outdoor tertinggi di dunia, dan observatorium luar ruangan tertinggi di dunia, melibatkan tenaga kerja terbanyak yakni 12.000 orang.

  1. Dubai Mall
Baca Juga:  Wisata Panorama Pantai Badur Berlatar Gunung Kapur

Dubai Mall merupakan pusat perbelanjaan terbesar di dunia yang luasnya 3,6 juta meter persegi atau setara dengan 50 lapangan sepak bola. Dubai Mall menampung 1.200 toko dengan aneka ragam produk berkelas di dunia seperti Gucci, Hermes, Louis Vuitton, Emilio Pucci, Prada, hingga Burberry ada di sana. Untuk departement store ada Debenhams, Mark & Spencer, Galeries Lafayette dan Bloomingdale’s.

Tidak tanggung-tanggung, mal raksasa yang merupakan pintu menuju Burj Khalifa ini dilengkapi akuarium dan underwater zoo terbesar di jagat bumi. Pengunjung bisa melihat akuarium ini di salah satu dinding di mal secara gratis. Namun jika ingin mendapatkan pengalaman menarik seperti menyelam sambil memberi makan ikan, atau memasuki terowongan akuarium, pengunjung dikenakan biaya. Di akuarium ini hidup sekurangnya 33.000 hewan laut.

Fasilitas lain di Dubai Mall yang perlu disambangi adalah Dubai Ice Rink, yakni arena ice skating yang menyamai standar lapangan ice skating olimpiade baik dari hal luas maupun ketebalan esnya. Arena ini menjadi yang pertama memenuhi standar olimpiade di Timur Tengah.

Di Dubai Mall pengunjung juga bisa menikmati Fountain Waterfall yakni air terjun buatan setinggi 24 meter. Air terjun ini merupakan terbesar di dunia yang berada dalam sebuah mal.

Pengunjung juga bisa menikmati air mancur menari Dubai Fountain di bagian luar mal, yang terletak di danau buatan Burj Khalifa. Diketahui, Dubai Mall merupakan pintu masuk menuju Burj Khalifa. Air mancur menari terbesar di dunia ini memiliki semprotan air berkekuatan hingga setinggi 150 meter (setara dengan gedung 50 lantai) dengan panjang 275 meter dan memiliki lima lingkaran dalam berbagai ukuran. Dengan diiringi musik dari berbagai negara, air meliuk-liuk mengikuti irama musik. Pertunjukan ini diadakan pada jam-jam tertentu setiap hari.

  1. Makan Malam di Dhow Cruise Marina

Menyusuri Sungai Dubai (Dubai Creek) sekitar dua jam sambil menikmati makan malam di atas kapal kayu tradisional (Dhow cruise) bisa menjadi pilihan wisatawan. Dhow Cruise memiliki dua lantai. Lantai dasar merupakan area makan layaknya restoran dengan meja-meja makan tertata. Di ujungnya, terdapat area panggung hiburan. Sementara di lantai atas, merupakan area bebas tanpa atap.

Selain menyajikan menu buffet menu, traveler bisa menikmati tarian Tanura (tarian khas Mesir) yang diperagakan pria dengan rok dan pakaian menyala. Di sepanjang Sungai Dubai, traveler juga disuguhi pemandangan arsitektur Dubai Marina, dan lampu-lampu gedung pencakar langit.

4 Palm Jumeirah

Salah satu tempat ikonik di Dubai adalah Palm Jumeirah yakni pulau buatan hasil reklamasi yang dihuni kalangan jetset berpenghasilan fantastis. “Sebagian penghuni di pulau punya binatang piaraan seperti Singa hingga Buaya,” kata pemandu lokal Ruhi.

Baca Juga:  Sulut Dinobatkan Sebagai “The Rising Star” Sektor Pariwisata

Palm Jumierah yang merupakan bagian dari Palm Island dibuat persis berbentuk pohon palem. Pulau ini terdiri atas batang dan mahkota yang terdiri atas 16 daun. Di sampingnya terdapat sebuah pulau berbentuk bulan sabit yang merupakan rumah bagi resor mewah. Pulau utama (mahkota) dari the Palm ini dihubungkan dengan daratan Dubai menggunakan jembatan sepanjang 300 meter. Sebagai alat transportasinya, dibangun sebuah monorel yang dapat mengangkut 2.000 – 3.000 orang masuk dan keluar pulau setiap saat. “Pulau reklamasi ini diisi oleh hotel, vila, perumahan, bangunan apartemen, kafe, restoran, dan taman bermain, marina, dan pertokoan,” kata Ruhi.

Pulau ini menjadi basis hotel-hotel super mewah dan terbaik di Dubai. Salah satunya adalah Burj Al Arab, hotel termahal di dunia dengan tarif per malam berkisar US$ 8.000 atau Rp115 juta (kamar standar) hingga US$ 25.000 atau Rp350 juta (president suite). Burj Al Arab yang berdiri menjorok ke tengah laut sekitar 280 meter dari lepas pantai Teluk Persia, memiliki tinggi 321 m atau hotel tertinggi ke-3 di dunia. Tak heran jika hotel ini mendapat predikat “The world’s only 7 star Hotel“.

Di kawasan ini juga ada Hotel Atlantis The Palm yang menawarkan kehidupan bawah laut. Pengunjung bisa berjalan di terowongan aquarium dan dikelilingi hiu, ikan pari, piranha, lobser, kuda laut, hingga ubur-ubur.

  1. Masjid Al Farooq Omar Bin Al Khattab

Masjid yang terletak di Palm Jumeirah ini satu dari tiga masjid di UEA yang bisa dikunjungi wisatawan non-muslim. Tak heran, masjid yang dibangun untuk mengenang Umar Bin Khattab, sahabat Nabi Muhammad SAW itu ramai dikunjungi traveler.

Kompleks masjid yang menempati lahan seluas 8.600 meter persegi ini terinspirasi gaya arsitektur Masjid Biru yang terletak di Istanbul, Turki. Selain itu, Masjid al-Faruq Umar bin Khattab juga terpengaruh nuansa masjid-masjid pada masa kejayaan Islam di Andalusia dan Maroko. “Jemaah seakan-akan berada di empat tempat sekaligus Turki, Spanyol, Maroko, dan tentu UEA,” kata staf humas Masjid al-Faruq Umar bin Khattab, Ahmad.

Masjid Al Farooq Omar Bin Al Khattab ini juga dilengkapi perpustakaan dengan koleksi buku Islami mencapai sekitar 4.000 judul dan ruang yang dapat digunakan sebagai tempat dialog

  1. Pasar Emas (Gold Souk)

Kemewahan Dubai juga bisa ditelusuri dengan kehadiran pasar emas di pemukiman Al Dhagaya, atau berada di tepi Sungai Dubai (Dubai Creek). Uniknya, untuk mencapai lokasi ini ada beberapa opsi. Salah satunya menggunakan abra (water taxi) berupa perahu kayu.

Jika di negara lain atau di Indonesia, emas dijual di dalam pusat perbelanjaan, di Dubai, ratusan toko emas itu menjadi satu dalam sentral pasar tradisional Gold Souk Dubai. Di sini, ada ribuan jenis perhiasan dipajang di etalase kaca yang berjejer dalam lorong pasar yang panjang.

Baca Juga:  YIA dan Kegiatan Wisata

Seluruh perhiasan dan aksesoris yang dijual terbuat dari emas murni 24, 22, 21, dan 18 karat. Menurut perhitungan, setidaknya ada 10 ton emas yang dijual di pasar emas tradisional ini. Wisatawan juga dapat menemukan ornamen bertatahkan berlian, kalung mutiara, platinum, dan perak. Hal ini menjadikan Gold Souk Dubai menjadi pasar emas terbesar di dunia. Untuk menjamin keaslian emas, pemerintah setempat dengan saksama mengatur dan memantau kualitas semua barang, sehingga pembeli tidak khawatir mendapatkan barang palsu.

  1. Mengarungi Padang Pasir dengan Jeep 4×4

Safari Desert Dubai merupakan wisata gurun pasir, di mana para wisatawan diajak mengarungi perbukitan padang pasir berwarna keemasan menggunakan mobil fourwheel drive (4×4) yang didesain secara khusus dan sopir profesional. Perjalanan memakan waktu sekitar 30-45 menit, dan bisa menikmati matahari terbenam sambil melakukan sandboarding (ski pasir).

Perjalanan dilanjutkan dengan menunggang unta dan diakhiri makan malam barbekyu, donat ligama, hingga kopi khas Arab. Kenikmatan makin terasa karena Camp desert ini beratapkan bintang di langit yang diiringi pertunjukkan penari tanoura, tari perut dan seniman lainnya.

Petualangan offroad padang pasir ini dimulai dengan kecepatan biasa, dan makin lama makin kencang dengan medan menantang. Beberapa kali sopir menaiki gundukan gurun pasir, sehingga mobil terasa terjungkir. Saat itulah, pasir-pasir beterbangan hingga kaca mobil terlihat gelap tertutup pasir. Semakin tinggi gundukan pasir, akan semakin tinggi hentakan mobil yang ditumpangi. Seperti liburan pada umumnya, di tempat itu disediakan motor padang pasir, unta, foto bersama Burung Elang, sisha hingga henna tatoo.

  1. Budaya Islam di Dubai Kuno

Dubai tidak hanya menampilkan gedang pencakar langit dengan teknologi terkini. Wisatawan juga bisa mengenal Islam dan budaya Emirati di Sheikh Mohammed Centre for Cultural Understanding (SMCCU) di kota tua Al Fahidi yang bersejarah. Di kota yang lokasinya dekat Sungai Dubai—ciri khas lokasi asimilasi budaya ini—wisatawan dari segala bangsa dan agama, bisa belajar tentang Islam, kebudayaan dan adat istiadat khas Dubai.

Dengan semboyan ‘Open Doors, Open Minds’, SMCCU menawarkan berbagai kegiatan menarik seperti cultural meals, adalah wisata kuliner, budaya dan wisata religi disatukan secara menarik. Para tamu akan duduk di karpet dan bantal khas Suku Baduy Arab. Sambil wisata kuliner, pemandu bercerita tentang Islam dan kebudayaan Dubai. Wisatawan pun bebas bertanya soal Islam.

Sumber: BeritaSatu.com