Connect with us

Opini

Menjadi Masyarakat Cerdas yang Melek Teknologi

Published

on

Ilustrasi cerdas berteknologi (Foto: Net)

SEJAK beberapa tahun lalu dari digaungkannya era revolusi industri 4.0, transformasi teknologi dalam kehidupan dinamika masyarakat telah menggurita hampir di seluruh dunia. Pesatnya laju teknologi dan informasi di tengah-tengah masyarakat membuat transformasi digital bukan lagi dicanangkan sebagai pilihan, melainkan sebuah realitas sosial yang menjadi sebuah keharusan.

Transformasi teknologi informasi rupanya telah membawa babak baru dalam tatanan peradaban dunia termasuk di Indonesia. Efisiensi teknologi yang melekat pada tiap individu membuat hampir seluruh pekerjaan dapat dilakukan lebih fleksibel. Alhasil kemajuan teknologi secara tidak langsung menjadi salah satu bagian fenomena candu sosial yang mengakar di tengah-tengah masyarakat.

Tak bisa dipungkiri, kemajuan teknologi dan informasi telah mengantarkan perubahan standar hidup yang lebih nyaman dan efisien. Ini menunjukan bahwa transformasi digital merupakan bukti kongkret berkembangnya peradaban manusia selama berabad-abad. Sehingga terciptalah digitalisasi pendidikan, ekonomi ataupun sosial budaya, sehingga hal tersebut menjelma sebagai salah satu produk dari label teknologi itu sendiri.

Saat ini, ada banyak teknologi mutakhir yang memuat layanan publik lebih mudah, baik itu di bidang e-comerce, e-learning dan lain sebagainya, yang saat ini telah menjadi komponen dari kehidupan sosial budaya masyarakat.

Atas masifnya poros kemajuan teknologi tersebut, birokrasi pemerintah segera merespons dengan membentuk serangkaian regulasi efektif yang saat ini disebut dengan UU ITE (Undang Undang Informasi & Transaksi Elektronik). Terbentuknya UU itu dilatarbelakangi dengan banyak kasus negatif, salah satunya kasus yang merusak reputasi pribadi. Sehingga adanya UU tersebut diharapkan mampu mengendalikan masa yang berselancar di dunia internet dan teknologi.

Dilansir dari Kementrian Komunikasi dan Informatika menyatakan pada tahun 2017 tercatat bahwa terdapat 800.000 situs penyebar hoax di media sosial. Di samping itu, Badan Reserse Kriminal menyatakan bahwa sepanjang tahun 2019 terdapat banyak kasus penipuan. Di antaranya 534 kasus terjadi di Instagram, 413 di Whatsapp, dan sisanya 304 kasus terjadi di Facebook. Ini merupakan salah satu dampak negatif media sosial yang menjadi salah satu bagian kemajuan perkembangan teknologi itu sendiri.

Baca Juga:  Mempercepat Hilirisasi Batubara

Transformasi teknologi digital memang memiliki kontribusi dan peran positif terhadap perkembangan masyarakat. Sayangnya, di Indonesia eksistensi transformasi teknologi masih abu-abu, sehingga banyak dari mereka yang belum siap menerima adanya teknologi karena kurangnya edukasi.

Padahal jika kita mampu untuk mengakomodasi kemajuan teknologi digital dengan baik, teknologi yang rentan disalahgunakan akan mampu menjadi sebuah inovasi positif yang mampu menyongsong generasi muda menjadi lebih aktif dan kreatif.

Lantas bagaimana langkah cerdas dalam meminimalisir terjadinya dampak negatif dari transformasi teknologi bagi generasi muda? Mantan perdana menteri Jepang, Shinzo Abe di World Economi Forum telah menggagas materi terkait rumusan society 5.0. Formulasi adanya society 5.0 ini diharapkan dapat menjadi alternatif antara manusia dan teknologi itu sendiri.

Jika di era revolusi industri 4.0 masyarakat mulai memasuki fase pendekatan dengan teknologi, maka di era society 5.0, teknologi merupakan komponen dari manusia itu sendiri. Secara tidak langsung, teknologi sudah melekat dalam diri manusia. Sehingga integrasi antara kemajuan teknologi dan perkembangan manusia dapat menyatu menjadi satu komponen yang tidak terpisahkan.

Sebenarnya tidak ada perbedaan antara industri 4.0 dengan society 5.0, hanya saja, society 5.0 lebih memfokuskan terhadap sumber daya manusianya agar mampu menggunakan teknologi dengan bijak dan benar. Singkatnya, adanya society 5.0 mengajak masyarakat untuk mampu menciptakan wajah baru dalam pemanfaatan teknologi dengan cara mendekatkan pola pikir masyarakat kepada teknologi itu sendiri.

Alih-alih berbicara mengenai society 5.0, Indonesia sebagai salah satu negara berkembang nyatanya belum mampu mengoptimalkan adanya industri teknologi itu sendiri. Tidak sedikit dari masyarakat kita yang tidak merasakan kehadiran teknologi. Ini merupakan telaah bagi seluruh elemen untuk menyadarkan masyarakat bahwa pendidikan teknologi merupakan wacana penting dan berguna untuk masa depan kelak.

Baca Juga:  Trump dan Tengah Malam

Ibnu Khaldun, seorang cendikiawan muslim menyatakan, suatu peradaban tergantung pada sistem politik yang terorganisir dan tiap-tiap individunya. Jika masyarakat memiliki ambisi dalam memperbaiki kehidupannya, baik dari segi ekonomi, kemajuan paradigma berpikir maupun sosial budaya, maka peradaban manusia akan maju. Sebaliknya, jika manusia tidak memiliki ghiroh untuk menjadi lebih baik, maka suatu peradaban akan merosot.

Hal tersebut mengisyaratkan, di tengah era digitalisasi ini, manusia diharuskan menjadi garda terdepan di dunia teknologi. Jangan sampai manusia didiskreditkan sebab ulah dari kemajuan teknologi itu sendiri. Semisal dengan adanya pekerjaan manusia yang tergantikan oleh teknologi sehingga membuat lonjakan angka pengangguran kian melejit.

Justru sebaliknya, masyarakat harus melek terhadap pemahaman digitalalisasi dengan segala batasan-batasannya. Jangan sampai trasformasi digital malah menggiring masyarakat berada di bawah kendali dari teknologi itu sendiri.

Advertisement
Advertisement

Terkini

Sosial-Budaya3 menit ago

Polri Bekerja Sama Paguyuban Trevista Ciputat Berikan Vaksin dan Baksos

SERIKATNEWS.COM – Ratusan warga Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat Tangerang Selatan mendapatkan vaksin gratis, yang diselenggarakan Akmil 91 Polri bekerja sama...

News13 menit ago

Tak Hanya Pelayanan Kelistrikan, PLN Turut Kembangkan Pertanian

SERIKATNEWS.COM – PLN Unit Induk Daerah (UID) Lampung melalui PLN Peduli turut mengembangkan pertanian di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Jatiagung,...

News25 menit ago

Luncurkan e-Procurement Academy, PLN Pimpin Transformasi Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan BUMN

SERIKATNEWS.COM – PT PLN (Persero) secara konsisten melanjutkan transformasi sejak gagasan ini dirilis pada April 2020 tahun lalu. Salah satu...

News2 jam ago

PLN Operasikan Tol Listrik Flores Rp1,1 Triliun, Sambungkan Labuan Bajo hingga Maumere

SERIKATNEWS.COM – PT PLN (Persero) mempertegas komitmennya untuk memperkuat keandalan listrik dan meningkatkan rasio elektrifikasi di wilayah Indonesia Timur. Kali...

Sosial-Budaya4 jam ago

Pelaku Usaha Salurkan 25 Ribu Paket Sembako untuk Warga Terdampak COVID-19

SERIKATNEWS.COM – Pelaku usaha toko ritel modern menyalurkan bantuan bagi warga Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang terdampak pandemi COVID-19. Wakil...

Politik7 jam ago

Arah Baru Pembangunan Desa: Terwujudnya Desa Peduli Anak

SERIKATNEWS.COM – Perkembangan anak merupakan ukuran kemajuan sebuah masyarakat yang paling presisi. Hal tersebut disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal...

Olahraga1 hari ago

Honda Persiapkan Diri Jadi yang Terbaik di F1 Grand Prix Hungaria

SERIKATNEWS.COM – Tim balap Honda kembali bersiap diri untuk melakukan balapan F1 Grand Prix Hungaria. Ajang ini akan diselenggarakan di...

Populer

%d blogger menyukai ini: