Connect with us

Potret

Peluncuran Buku Di Indonesia Yang Sudah Terlambat 400 Tahun

Published

on

SERIKATNEWS.COM – Akhirnya, karya yang dianggap novel modern pertama di dunia, “Don Quixote” karya Miguel Cervantes diterjemahkan secara utuh ke dalam bahasa Indonesia. Volume I karya itu diterbitkan tahun 1605 di Spanyol, dan menurut Cervantes Institute, ini adalah karya kedua yang diterjemahkan ke paling banyak bahasa setelah Alkitab.

Terjemahan yang menjadi buku dengan tebal 546 halaman dan diterbitkan oleh Yayasan Obor ini diluncurkan pada tanggal 14 Juli 2019 lalu di Teater Salihara, pukul 4 sore. Acara ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta, dan disponsori oleh Repsol (perusahaan minyak Spanyol).

Setelah diskusi buku oleh sastrawan Goenawan Mohamad dengan sang penerjemah Apsanti Djokosujatno, acara dilanjutkan dengan konser piano Ananda Sukarlan yang sudah ditunggu-tunggu. Ananda mengiringi penyanyi tenor muda yang sangat berbakat, Nikodemus Lukas asal Surabaya, pemenang kompetisi “Tembang Puitik Ananda Sukarlan” 2013 di beberapa karyanya untuk vokal.

“Pasti banyak orang Indonesia yang sudah membacanya dalam bahasa lain. Saya sendiri membacanya pertama dalam bahasa Inggris karena saat itu saya belum tinggal dan bisa bahasa Spanyol, dan saya juga nge-fans berat dengan karya puitik Cervantes sehingga saya membuat beberapa musik berdasarkan Sonet-nya yang di Indonesia pernah dipagelarkan di Ubud Writers Festival oleh Soprano Mariska Setiawan. Biasanya lagu-lagu itu dinyanyikan oleh para penyanyi Spanyol dan Argentina (yang juga berbahasa Spanyol – red). Karya Cervantes yang lain itulah sayangnya “tenggelam” karena kebesaran Don Quixote; mungkin seperti Beethoven yang hanya kita kenal dengan Simfoni nomor 5 dan 9-nya saja,” kata Ananda Sukarlan kepada SerikatNews setelah konser.

Ananda Sukarlan membuka konsernya dengan lagu “Menanam Jagung” yang ia kemas secara virtuosik. Katanya ini untuk merayakan periode ke-2 pemerintahan Joko Widodo, dan menurutnya lagu paling tepat untuk menggambarkan semboyan “kerja-kerja-kerja” adalah lagu ini.

Baca Juga:  Di Antara Kopi, Musik, Sepak Bola, Desain dan Morenk Beladroe (in Memoriam Morenk Beladroe)

Niko, panggilan penyanyi tenor muda yang menurut Ananda adalah salah satu penyanyi klasik terbaik di Indonesia ini menyanyikan 4 lagu berbahasa Spanyol karya Ananda, Dua di antaranya dari puisi Cervantes, dua lagi dari puisi Federico Garcia Lorca, penyair permulaan abad 20 yang sangat terpengaruh oleh Cervantes. Salah satunya adalah puisi “Surat Cinta untuk Salvador Dali” yang kontroversial. Seperti diketahui, Lorca dan Dali adalah pasangan homosexual dan itu sebabnya Lorca ditangkap dan dihukum mati pada zaman rezim diktator Franco karena ia membuka diri atas homoseksualitasnya.

Selain itu, ia juga memainkan beberapa karyanya untuk piano solo “Rapsodia Nusantara”, semua berdasarkan lagu-lagu rakyat Indonesia yang dikemas secara virtuosik untuk para pianis yang kini telah memainkannya di mancanegara. Ananda sempat memainkan Rapsodia Nusantara no. 9 (dari lagu daerah Ampar Ampar Pisang dan Paris Barantai), no. 8 (O Inani Keke) dan paling unik adalah no. 15 dari Lampung. Rapsodia No. 15 ini ia tulis untuk tangan kiri saja, ditujukan kepada pianis dengan disabilitas yang hanya berfungsi tangan kirinya, tapi berbunyi “normal” seperti dimainkan oleh 2 tangan, jika kita mendengarkannya saja tanpa melihat cara memainkannya.

“Semoga acara ini akan mempererat hubungan budaya Indonesia dan Spanyol, sehingga kita bisa lebih mengerti, dan menyayangi budaya dua negara ini.”, ujar Ananda. Mengenai terjemahan buku itu, komponis & pianis peraih Anugerah Kebudayaan RI tahun 2015 ini berkomentar: “Saya kira istilah lost in translation malah memperkaya hasil terjemahan. Karena ada hal-hal yang tidak bisa diterjemahkan dari bahasa asli ke bahasa terjemahan. Jadi menerjemahkan adalah mengkreasi ulang,” tuntasnya.

Konser Ananda disambut meriah oleh penonton yang sesak memenuhi teater Salihara. Ananda membawakannya dengan gayanya yang khas dan santai, bahkan menerima pesan WA dari para penonton di sela-sela permainannya. Salah satu penonton meminta selfie, dan Ananda menyambutnya dengan selfie bersama seluruh penonton dari panggung.

Advertisement
Advertisement

Terkini

News21 jam ago

Program Kartu Prakerja Sudah Jalani Audit Inspektorat Kementerian, BPK, BPKP, hingga Taati Saran KPK

SERIKATNEWS.COM – Pelaksanaan Program Kartu Prakerja telah menjalani audit, reviu dan evaluasi oleh Inspektorat Jenderal Kemenko Perekonomian, Inspektorat Jenderal Kementerian...

Ekonomi21 jam ago

Program Kartu Prakerja Atasi Tiga Masalah Utama Ketenagakerjaan Indonesia

SERIKATNEWS.COM – Kondisi ketenagakerjaan Indonesia sebelum masa pandemi Covid-19 ditandai dengan tiga hal yang sangat menonjol. Yakni, rendahnya produktivitas kerja,...

News22 jam ago

Kesiapan UGM Sambut Peserta CBT UM

SERIKATNEWS.COM – Sebanyak 36.470 peserta mengikuti Computer Based Test Ujian Masuk Univeritas Gadjah Mada (CBT-UM UGM) 2021 hari pertama yang...

News2 hari ago

Brigjen Pol Sukawinaya Jabat Sestama BNN, JARRAK: Sosok Penuh Prestasi

SERIKATNEWS- Sebanyak 12 pejabat Badan NarkotikaNasional (BNN) RI yang terdiri dari pimpinan tinggipratama, administrator, dan penyidik madya dilantiksekaligus melakukan sumpah...

News2 hari ago

PLN Apresiasi Ditjen Minerba dan 48 Pemasok Batu Bara Jaga Keandalan Listrik 

SERIKATNEWS.COM- PLN mengapresiasi dukungan pemerintah dan 48 mitra pemasok batu bara dalam penyediaan bahan bakar pembangkit demi menjaga keandalan pasokan...

News2 hari ago

Sanggar Belajar: Tingkatkan Semangat Literasi Desa melalui Edukasi Alternatif

SERIKATNEWS.COM- Pemuda Jatiurip menyelenggarakan edukasi Alternatif dunia literasi. Program Dunia literasi yang dijalankan ini sesuai dengan program Karang Taruna Desa...

Olahraga2 hari ago

Dukung Ajang PON XX di Papua, PLN Siapkan Perkuatan Keandalan Listrik 

SERIKATNEWS.COM- PLN siap menyukseskan gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang akan digelar Oktober mendatang. Progres pekerjaan kelistrikan untuk...

Populer

%d blogger menyukai ini: