Pemuda Patani Kampanye Kesatuan Kostum Melayu

1828

SERIKATNEWS.COM – Kostum melayu mempunyai keunikan dan menjadi perhatian khusus bagi masyarakat Patani pada Lebaran 2019, terutama di kalangan Pemuda.

Aksi kesatuan kostum melayu masjid Kruese diselenggarakan atas kesepakatan seluruh pemuda di Patani, Sabtu (8/6/2019).

Setidaknya lebih dari 500 pemuda dari Narathiwat, Yala dan Pattani berkumpul di Masjid Kruese yang merupakan tempat bersejarah bagi muslim Patani.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima serikatnews.com, Sabtu (7/6/2019), salah seorang koordinator acara mengatakan bahwa Pemuda yang hadir secara keseluruhannya memakai kostum melayu karena terdorong dari rasa cinta terhadap budayanya.

Momentum lebaran tahun ini, acara tidak hanya digelarkan bagi kalangan pemuda saja, bahkan para pemudi juga akan berkumpul pada besok hari setelah acara pemuda.

Tidak heran jika melihat mahasiswa Patani yang berpartisipasi di setiap kota Indonesia berpakaian tradisi melayu secara serentak dan sempat viral di media sosial, seperti laporan dari Faizun Leengaedayee, President Patani Student Center (PSC) saat berdiskusi di Bandung.

Patani merupakan bekas negeri kesultanan melayu yang ditakluk oleh Siam (Thailand sekarang) dan pemerintah sempat mengasimilasi kebudayaan selama Patani berada di bawah naungannya.

Namun pergolakan melawan untuk mempertahankan identitas dari penduduk Patani tidak pernah terbungkam dari dulu hingga sekarang bahkan semakin jelas atas keberadaan bangsa melayu di selatan Thailand.

Aksi kesatuan busana melayu oleh pemuda dan pemudi di Patani sebagai wacana baru dan kemungkinan besar akan terbentuk sebagai gerakan untuk jangka panjang.

Baca Juga:  STIUDA Bangkalan: Generasi Al-Quran,  dan Hadis Harus Memberi Sumbangsih bagi Negara dan Agama