Connect with us

Cerpen

Pergi

Published

on

Ilustrasi: pixabay.com

“We all have our own life to pursue …”

Kalimat itu terus terngiang, bukan karena Sam mengucapkannya berulang kali ketika Hening mempertanyakan hubungan jarak jauh yang akan mereka jalani. Kalimat itu lama-lama terasa sebagai justifikasi akan sebuah perasaan yang selama ini mengembara tanpa sekat.

***

“Jadi kita putus?” tanya Hening ketika mereka selesai bercinta, berpelukan penuh peluh.

“Kenapa sih kamu selalu ambil kesimpulan yang tak penting?” balas Sam dengan pertanyaan retorik.

“Kita bisa mendaki Rinjani sebelum kamu berangkat?” ungkit Hening kemudian. Pertanyaan ini sudah 101 kali ia layangkan untuk menguji konsistensi jawaban kekasihnya. Bagaimanapun ia ingin berduaan dengan Sam, yang sudah 3 tahun ini menjadi pelampiasan emosinya. Emosi senang, emosi sedih, emosi ingin berbagi dan diperlakukan sebagai perempuan seutuhnya.

“Aku usahakan, Sayang …” tutup Sam. Jawaban standar, seperti yang sudah-sudah.

Dua minggu kemudian.

Persis satu hari sebelum kepergian Sam ke Swedia untuk meneruskan studinya. Semua menjadi semakin kelabu. Perjalanan berdua sebagai penutup romantika remaja sebelum mereka LDR-an, tak terwujud. Sam tak sempat meluangkan waktunya bersama Hening. Tak pula sempat berbagi cerita tentang Kota Stockholm, tentang perompak Viking pada masa lalu, tentang semenanjung Skandinavia. Pun pendidikan yang akan ia tempuh di Stockholm University. Mata kuliah apa saja yang akan ia ambil. Di mana ia akan tinggal. Semester berapa ia akan pulang. Ia sama sekali tak meyakinkan kekasihnya, seperti apa hubungan jarak jauh yang akan mereka jalani. Sam terlalu asyik dengan dirinya. Tiga tahun memadu kasih terasa hanya sebuah rekreasi?

“Aku akan sibuk dengan kuliahku. Kamu juga akan sibuk dengan tesismu. Kita akan ketemu lagi di Jakarta, pasti.” Sam berkata dengan penuh kelembutan, mencoba untuk menenangkan meski terdengar tak yakin. Kekasihnya adalah seorang rupawan, instruktur selam, yang sekarang tengah menyelesaikan master-nya di Jurusan Ilmu Kriminologi. Banyak pria mengantre untuk menggantikan posisinya. Kesetiaan Hening sesungguhnya yang ia pertanyakan.

Baca Juga:  Skimming

Di sisi lain, Hening yang suka berpikir pragmatis dan cenderung ekstrem dalam mengambil keputusan, membaca lain sikap kekasihnya itu. Ia ingin tetap melanjutkan hubungan. Tetapi tak sedikit pun ia dilibatkan. Ia harus menelan jawaban yang sama setiap kali bertanya. Ia merasa hanya sebagai kekasih bayangan.

***

Setahun berlalu.

Meski menjadi larut dengan dunia masing-masing, Hening tetap menyimpan rasa yang teramat dalam kepada Sam. Di Manila, Filipina, setelah menyelesaikan risetnya tentang penurunan angka kriminalitas di bawah kepemimpinan Duterte, terlintas dalam benaknya untuk menghilangkan penat. Sendiri, ia ke Pulau Cebu. Terbang 1.5 jam dari Manila. Malam sebelum tidur, ia menulis di timeline Twitternya .…

“Jika aku hujan, turun dari langit.

Aku akan ke sungai,

kemudian ke laut,

menyeberangi samudra,

Menjemput rinduku …”

Kalimat puitis yang ia tulis untuk sang kekasih, tanpa berharap akan dibaca dan mendapat balasan ternyata menjadi ungkapan rasa terakhirnya. Pagi itu, ia tak membaca notifikasi di handphone-nya akan ombak tinggi yang melanda Cebu. Ia hilang tersapu ombak. Tiga hari kemudian jasadnya baru ditemukan. Terbujur kaku dan terkoyak.

“Own your life.” Hening yang masih meringis melihat kondisi jasadnya mengingat kalimat Sam. Ia berkata kepada ruang hampa. “Samudra, inilah hidupku sesungguhnya setelah kau pergi. Tanpa tatapanmu, tanpa pelukanmu, tanpa cintamu.”

Di Pesisir Timur Swedia, menikmati pemandangan musim gugur yang sangat terkenal di Stockholm, Samudra tengah menyeruput anggur. Aneh. Biasanya ia tak suka manis. Namun, kali ini ia memesan moscato. Aromanya mengingatkan akan wangi keringat gadis pujaannya. Akan desah liar napas sang kekasih ketika ia tindih dalam sketsa yang hanya mereka berdua yang tahu, yang kini tak akan menjelma dari hanya sebatas rindu.

Baca Juga:  GERHANA RINDU
Advertisement
Advertisement

Terkini

News2 jam ago

BNPB Gunung Semeru Siapkan Tempat Pengungsian Warga

SERIKATNEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana menghimbau kepada warga yang pemukimannya tidak jauh dari Gunung Semeru untuk tidak melakukan aktivitas...

News2 jam ago

Deformasi Gunung Merapi Ada 6 Periode

SERIKATNEWS.COM – Sumber tekanan magma di Gunung Merapi Yogyakarta, saat ini berada pada kedalaman 1,3 kilometer di bawah puncak. Hal itu...

Pendidikan3 jam ago

Butuh Protokol Tambahan untuk Sekolah Tatap Muka

SERIKATNEWS.COM – Epidemiolog UGM Bayu Satria Wiratama mengatakan bahwa keputusan untuk memulai pembelajaran tatap muka di sekolah perlu melibatkan sejumlah...

News6 jam ago

Tak Hadir Saat Dipanggil Penyidik, HRS Muncul di Reuni 212 dan Minta Maaf

SERIKATNEWS.COM – Reuni 212 digelar secara virtual dengan dihadiri oleh puluhan tokoh, baik dari tokoh agama, nasional dan aktivis, Rabu...

Ekonomi9 jam ago

Pengrajin Batik Rahma Yeni Berbagi Ilmu dengan Kaum Perempuan

SERIKATNEWS.COM – Permintaan batik Sampan di Desa Sungai Kasai Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman yang dikembangkan Rahma Yeni semakin banyak....

Hukum11 jam ago

Salah Sasaran, Pendukung Habib Rizieq Geruduk Rumah Ibunda Mahfud

SERIKATNEWS.COM – Puluhan orang mengepung rumah ibunda Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, di Pamekasan,...

Peristiwa13 jam ago

Ratusan Rumah di Jombang Terendam Banjir

SERIKATNEWS.COM – Dua sungai meluap mengakibatkan 474 rumah penduduk Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Jombang terendam banjir. Sebanyak 60 warga setempat...

Populer

%d blogger menyukai ini: