Si Mutiara Hitam Bumi Cendrawasih

116
Cendrawasih
Ilustrassi: Phinemo

Banyak orang tahu akan Papua, namun tidak semua orang mengenal mutiara hitam ini, tak diragukan lagi bahwa Papua mempunyai alam yang sangat indah dan menjadi paru-paru dunia dan sarat dengan kekayaan alamnya. Saya mengenal Papua sejak 8 tahun yang lalu, sudah tidak terhitung berapa kali saya mengunjungi Papua dan setiap kali berkunjung selalu takjub dan tak pernah habis pula saya mengagumi keindahannya dan keramahan penduduk di sana.

Hal yang sangat melekat di hati saya dan di hati adalah Si “Mutiara Hitam” mempunyai karunia talenta yang terpendam, dan bicara Papua sudah tentu bicara tentang potensi yang ada yaitu Manusianya (SDM) dan Alamnya (SDA). Namun kenyataannya pertumbuhan antara potensi SDM dan SDA masih belum sinergis dan berimbang, hal ini dapat dilihat dari minat dari para investor maupun Pemerintah Pusat dan Daerah masih sangat berfokus kepada pemanfaatan SDA yang ada dibandingkan dengan SDM Papua itu sendiri.

Fakta tersebut di atas saya alami sendiri saat menghabiskan banyak waktu untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mengunjungi alam di Papua yang akhirnya memberikan suatu keyakinan bahwa memang potensi SDM sangat besar demikian pula SDA di Papua itu sangatlah kaya. Akan tetapi, pertumbuhan dan pengembangannya tidaklah sebagaimana sinar matahari yang selalu terbit di pagi hari dari ufuk timur dan terbenam di barat, malahan pembangunan sangat terkonsentrasi di barat dan makin ke timur makin kurang. Kita tahu bahwa matahari selalu datang dari ufuk timur dan pentingnya sinar terang matahari itu sebagai sumber kehidupan untuk manusia dan semua makhluk hidup di muka bumi ini.

Maka dengan filosofi matahari inilah saya pun menyadari sesungguhnya Bumi Cendrawasih ini yang kebetulan juga letaknya secara geografis ada di paling Timur Indonesia adalah suatu ciptaan Tuhan luar biasa dan merupakan suatu mutiara terpendam yang belum muncul ke permukaan. Begitu banyak hal positif tentang Papua selama ini yang belum benar-benar terungkap ke permukaan, salah satunya dari pengamatan saya adalah mengenai kebudayaan, seni, makanan serta kehidupan bermasyarakatnya yang sangat beragam dari setiap kampung yang saya sudah singgahi di daerah pegunungan maupun pesisir. Inilah dinamika kekayaan yang dimiliki oleh tanah dan masyarakat Papua di Bumi Cendrawasih, semua adalah karunia dan juga talenta yang terpendam belum muncul ke permukaan yang sebenarnya menunggu waktu saja untuk Papua akan menjadi sorotan dunia dalam hal SDM dan SDA-nya.

Baca Juga:  Ketimpanpangan Ekonomi Dan Rekomendasi Munas-Konbes NU

Ada hal yang unik selama saya berkunjung ke Papua, adalah makanan yang tidak kalah enak dan ragam, saya pun pernah mencoba sagu sebagai bahan pokok makanan penduduk pengganti beras. Di pohon sagu juga hidup sejenis ulat sagu yang bentuknya seperti kelingking berwarna putih, biasa dikonsumsi oleh penduduk asli, rasanya manis seperti Lyche. Bahkan konon dipercaya bisa memberikan khasiat kesehatan. Selain itu, orang-orang penduduk lokal sangat percaya bahwa penyakit dapat disembuhkan melalui alam, sebab alam memberikan pengobatan melalui tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang sangat berkhasiat, di antaranya adalah buah merah yang mempunyai antioksidan sangat besar dan tumbuh dengan lebatnya di hutan-hutan Papua.

Alat musik tradisional Papua tidak kalah menarik untuk dibahas adalah alat yang berbentuk seperti senar dari bahan kayu yang bisa mengeluarkan suara yang bersatu dengan keindahan alam sekitarnya. Anggrek hutan Papua merupakan salah satu keindahan alam di sana. Anggrek itu tumbuh secara liar di hutan-hutan dan mempunyai nuansa bentuk dan warna yang luar biasa indah. Mengenai kuliner, merupakan pengalaman kuliner yang mengesankan dengan mencoba udang selingkuh, yaitu udang bercapit kepiting dengan rasanya gurih dan manis. Selain itu juga tidak ketinggalan ubi Papua yang membuat lidah bergoyang karena rasanya yang pulen dan manis.

Begitu banyak yang dapat diceritakan mengenai Papua dan tidak akan cukup hanya satu kesempatan untuk menjabarkan tentang Papua secara detail dan banyak para pengamat maupun pemerhati yang mempunyai beragam pandangannya namun semua itu tidak cukup untuk bisa mengenalkan semua potensi alam dan manusia yang hidup di sana. Bagi saya yang juga selaku pemerhati Papua, yang terpenting untuk disampaikan dan digarisbawahi adalah Papua merupakan suatu anugerah besar yang diberikan Tuhan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Besar keyakinan serta harapan yang selalu melekat di hati saya yaitu sebagaimana matahari terbit dari Timur begitu juga anak-anak Papua akan terus bersinar dari Timur untuk turut menjadi bagian penting bagi pembangunan dan perekonomian di Negara Indonesia bahkan sampai ke Dunia.