Connect with us

Opini

Tantangan Solusi Pandemi Covid-19

Published

on

Setelah 1.5 tahun lebih berkutat dengan pandemi Covid-19, kita masih terus terkukung dalam ketakutan dengan adanya rentetan mutasi virus baru. Angka positif masih terus naik, yang juga menambah jumlah kematian dalam statistik surveilans Covid-19. Di tengah hiruk pikuk ini, seorang dokter bernama Hermansyah Koto, Sp.OT menuliskan status menarik pada Jum’at 16 Juli melalui akun Facebooknya, Hermansyah Koto, dengan hashtag #MUNGKINKAH?? (1)

Beliau mengajukan saran pada IDI, BNPB dan Pemerintah untuk dapat memberikan 1 buah Rumah Sakit, atau Puskesmas untuk dr. Lois, dr. Simon Sp.KK, Tukang Ledeng (Akun Facebook Iman Fauzan Syarief, 2), Nurul Indra dan kawan-kawan yang, menurut anggapan sebagian orang, telah menimbulkan kontroversi dengan pernyataan-pernyataan mereka. dr. Hermansyah Koto meminta agar nama-nama yang ia sebutkan bisa membuktikan penelitian mereka dalam penanganan pasien Covid-19, mulai dari yang bergejala ringan hingga berat. Beliau mengajukan persyaratan:  tidak boleh menggunakan masker, tidak boleh menggunakan antivirus dan antibiotik, tidak ada ICU dan tidak ada penggunaan ventilator. Persyaratan ini sejalan dengan pernyataan dr. Lois dkk bahwa virus Sarscov-2 penyebab Covid-19 sebenarnya merupakan self limiting disease tanpa perlakuan yang terlalu dini dan berlebihan.

Challenge Accepted!

Saran dr. Hermansyah Koto sangat perlu untuk menjadi perhatian, apalagi dengan adanya tanggapan dari Iman Fauzan Syarief yang dikenal sebagai Tukang Ledeng di jagad dunia maya. Ia sebenarnya adalah seorang ahli data, yang bersama-sama dengan dr. Andi Ilyas (Akun Facebook: Tjawe Ilyas, 3), telah melakukan penelitian literatur komprehensif. Berbeda dari pernyataan dokter Lois Owien yang menggegerkan beberapa saat lalu, dr. Andi Ilyas dan Imam Fauzan Syarief memahami bahwa virus Sarscov-2 memang ada. Namun demikian, keberadaannya tidak sampai menyebabkan keparahan yang masif hingga menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga:  Rokok dan Covid-19

Dari pemahaman saya pada penjabaran mereka yang detail di akun Facebook mereka, ditambah oleh penjelasan secara awam oleh akun Nurul Indra, virus Sarscov-2 ini merupakan virus yang menyebabkan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Virus Influenza dan beberapa virus dari familia yang sama juga menyebabkan ISPA seperti Sarscov-2. Mengapa ISPA yang disebabkan oleh Sarscov-2 menjadi lebih mengerikan dibandingkan ISPA dari virus dan bakteri lain, yang sebenarnya merenggut korban jiwa lebih banyak? Ini adalah akibat ketakutan dan kepanikan yang mencengkeram masyarakat sejak pemberitaan bertubi-tubi tanpa henti tentang persebaran virus dan kematian.

Baru-baru saja ada berita, dan itupun tidak banyak, yang lebih memfokuskan pada kesembuhan. Dari dua juta lebih kasus positif yang merupakan hasil swab anggota masyarakat, satu juta sembilan ratus orang lebih mengalami kesembuhan. Hal ini bukan berarti mengabaikan dan menyepelekan tujuh puluh juta jiwa yang meninggal, namun seharusnya menjadi dasar untuk mencari fakta sebenarnya dari penyebab kematian tersebut. Karena, bila memang virus ini murni menyebabkan kematian, maka secara logika dua juta lebih kasus positif tersebut seharusnya berakhir pada kematian.

Menanti Harapan Berakhirnya Pandemi

Oleh karena itu, saran, atau lebih tepatnya tantangan dari dr. Hermansyah Koto, Sp.OT yang sudah bersambut dengan baik oleh dr. Tjawe Ilyas dan Iman Fauzan Syarief serta kawan-kawan, seyogyanya terealisasikan sebagai wujud pencarian fakta atau penelitian ilmiah. Pemerintah seyogyanya dapat memfasilitasi proyek ilmiah ini agar kita bisa mendapatkan solusi yang mumpuni untuk pandemi Covid-19 ini khususnya. Tidak menutup kemungkinan bahwa dari penelitian ini kita juga mendapatkan solusi atas masalah kesehatan masyarakat yang menjadi momok anggaran selama ini.

Semoga pihak-pihak yang berkolaborasi dalam penelitian ini senantiasa berada dalam kondisi sehat. Harapan yang sama juga berlaku untuk masyarakat Indonesia yang sedang berada dalam kondisi sakit. Marilah kita berharap agar bangsa Indonesia dapat menemukan jalan keluar dari pandemi yang sudah menyulitkan kita, secara fisik, mental dan spiritual. Pada akhirnya, semoga ketulusan dari setiap anggota masyarakat untuk belajar dan menemukan solusi dari permasalahan segera terjawab dengan seksama dan memuaskan semua pihak.

Baca Juga:  Jokowi, Menjaga Parpol Nasionalis Sebagai Aset Bangsa

 

(1) Akun Hermansyah Koto
(2)Akun Iman Fauzan Syarief
(3) Akun Andi Ilyas

Advertisement

Terkini

News1 jam ago

Rusia, AS Dan Nato Semakin Memanas

SERIKATNEWS.COM, Jakarta -Hubungan antara Rusia dengan AS dan NATO semakin memanas, apalagi ditambah Rusia yang mengumumkan akan menggelar Latihan militer...

News14 jam ago

HMI Badko Jatim Tegas Kawal Pembangunan Ekonomi Jatim Secara Masif

SERIKATNEWS.COM – Wajah baru HMI Jawa Timur telah hadir dengan agenda, terobosan baru dan berbagai tawaran ide untuk HMI Jawa...

Daerah15 jam ago

Seorang Warga Bunuh Diri di Sungai Tangsi Salaman, Diduga Karena Terlilit Hutang

SERIKATNEWS.COM – Seorang warga ditemukan di Sungai Tangsi, Salaman dalam keadaan meninggal dunia. Diduga korban bunuh diri karena stres terhimpit...

News15 jam ago

Sitaan Satgas BLBI Tembus Rp15 Triliun

SERIKATNEWS.COM – Menkopolhukam Mahfud MD menyampaikan update informasi tentang perkembangan pelaksanaan tugas Satgas BLBI selama 7 bulan bekerja. “Sekarang ini...

News17 jam ago

Selenggarakan Wisuda, Unusia Bertekad Jadi Pusat Pengembangan SDM Indonesia

SERIKATNEWS.COM – Jakarta – Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) menyelenggarakan wisuda ke-VIII yang diikuti oleh 313 wisudawan. Dengan menerapkan protokol...

News20 jam ago

Marak Galian C Ilegal, Karsa Datangi Kapolres Sumenep

SERIKATNEWS.COM – Maraknya aktifitas penambangan galian c ilegal di Kabupaten Sumenep membuat sejumlah aktivis yang tergabung dalam KARSA geram, sehingga...

News21 jam ago

Kopri PB PMII dan Fraksi PKB Komitmen Kawal RUU TPKS

SERIKATNEWS.COM – Pengurus Besar Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri PB PMII) berkunjung ke Fraksi PKB. Mereka menyampaikan ucapan...

Populer

%d blogger menyukai ini: