SERIKATNEWS.COM – Aksi yang digelar Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEMSU) di depan kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep menyisakan luka perih di benak para aktivis mahasiswa. Pasalnya, Bupati Sumenep tak menemui massa aksi yang menyoroti soal kemiskinan.
“Dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, Kabupaten Sumenep tetap konsisten menduduki urutan nomor tiga dengan jumlah penduduk miskin 206.100 jiwa (18,70%),” kata koorlap aksi, Sauqi dalam orasinya.
Sauqi, sapaan karibnya, menyayangkan sikap yang ditampilkan Pemkab Sumenep. Ia menilai Bupati Sumenep gendut harta, sedangkan rakyat kerempeng begitu saja.
“Kecewa mas atas sikap Bupati Fauzi. Tagline Bismillah Melayani terkesan hanya omon-omon belaka dan tidak ada guna,” tuturnya kepada Serikat-News, Kamis (16/5/2024).
Koordinator BEM Sumenep itu berjanji akan melakukan aksi lanjutan di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan massa aksi lebih banyak.
“Kita tunggu saja mas, aksi bela rakyat ini tidak akan pernah padam – berhenti. Pastinya akan berjilid-jilid sebelum Bupati Fauzi menemui,” tegasnya.
Di ujung orasi, BEM Sumenep melakukan penyegelan di area Kantor Pemkab Sumenep dengan meletakkan banner di depan pintu masuk kantor.
“Ini adalah wujud kekecewaan kami atas sikap Bupati. Makanya kami segel saja kantor ini daripada punya bupati yang tidak peduli rakyatnya,” tandasnya.
Dilansir Detektifjatim, Bupati Fauzi diketahui memiliki harta Rp18.230.861.310 (Rp18,2 M). Dilihat dari situs e-LHKPN KPK, harta Bupati Achmad Fauzi per 31 Desember 2021, terbanyak pada tanah dan bangunan sebesar Rp15.872.450.000 (Rp15,8 M).
Sebanyak 12 item tanah dan bangunan milik politisi PDI Perjuangan itu tersebar di Kabupaten/Kota Sumenep. Hanya satu item bangunan yang terletak di luar daerah. Yakni, bangunan seluas 124 m2 di Kab/Kota Depok, jumlahnya sebesar Rp560.000.000 (Rp560 Juta).
Harta orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep juga melekat pada alat transportasi dan mesin senilai Rp1.784.500. 000 (Rp 1,7 M). Achmad Fauzi juga memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp339.000.000 (Rp339 Juta).
Kas dan setara kas milik Achmad Fauzi sebesar Rp234.911.310 (Rp234 Juta). Ponakan Said Abdullah itu juga tidak memiliki hutang alias nol.
Sementara Wakil Bupati Dewi Khalifah hanya kalah harta Rp8.172.740.310 (Rp8,1 M). Harta itu berdasarkan pelaporan LHKPN per 31 Desember 2022. Ada selisih satu tahun laporan periodik kedua angka tersebut.
Harta Dewi Khalifah paling banyak terletak pada harta bergerak lainnya sebesar Rp5.831.900.000 (Rp5,8 Miliar). Harta terbanyak berikutnya yang melekat pada 22 item tanah dan bangunan sebesar Rp4.106.221.000 (Rp4,1 Miliar). Termasuk, tanah seluas 120 m2 di Kab/Kota Sidoarjo, hasil sendiri sebesar Rp450.000.000.
Kas dan kas setara dengan Partai Golkar itu hanya Rp120.000.000. Pengasuh Ponpes Aqidah Ustmuni Terate tercatat tidak memiliki hutang.
Jurnalis Serikat News Sumenep, Jawa Timur
Menyukai ini:
Suka Memuat...