PROBOLINGGO – Puluhan santri, alumni, dan wali santri menggelar aksi damai di halaman Polres Probolinggo, Selasa (13/1/2026). Aksi tersebut menuntut keadilan dalam penanganan kasus dugaan pelecehan yang melibatkan oknum guru berinisial M.
Massa menilai proses hukum belum berjalan menyeluruh. Meski M telah ditetapkan sebagai tersangka, peserta aksi mendesak kepolisian segera memproses perempuan berinisial F yang diduga turut terlibat.
Menurut mereka, penegakan hukum terkesan timpang. Hingga kini, F belum berstatus tersangka. Massa meminta aparat bertindak objektif dan tidak tebang pilih dalam penanganan perkara.
Aksi berlangsung tertib dengan pengamanan aparat kepolisian. Para peserta membawa poster dan spanduk berisi tuntutan agar proses hukum dijalankan secara transparan dan adil.
Istri sah M, Anta Rohmah, turut menyampaikan orasi. Ia meminta kepolisian tidak hanya menjerat satu pihak dalam kasus tersebut.
“Kami meminta keadilan. Jangan hanya suami saya yang diproses, pihak perempuannya juga harus dipertanggungjawabkan,” kata Anta di hadapan massa.
Anta juga membantah narasi yang menyebut F sebagai santri. Ia menilai penyebutan tersebut keliru dan berpotensi merusak nama baik pesantren.
“Dia bukan santri, tapi pelakor yang masuk ke pondok kami,” tegasnya.
Menurut Anta, informasi yang tidak tepat dapat menimbulkan stigma negatif terhadap pesantren dan santri. Ia menegaskan pernyataannya demi menjaga marwah lembaga pendidikan dan keluarga yang terdampak.
Sementara itu, Kapolres Kabupaten Probolinggo menyampaikan bahwa penanganan perkara masih berjalan. Ia memastikan penyidik bekerja profesional sesuai ketentuan hukum.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk bersabar dan mempercayakan proses hukum kepada aparat. Seluruh fakta yang berkembang, kata dia, akan ditindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan.
Hingga aksi berakhir, massa berharap kepolisian segera memberikan kepastian hukum terkait status F. Mereka menilai keterbukaan penanganan kasus penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap aparat dan dunia pendidikan.
Menyukai ini:
Suka Memuat...