SERIKATNEWS.COM – Gerakan kebangsaan melaksanakan konferensi pers di Sekretariat GMKI Cabang Bandung, (21/8/2018).
Gerakan kebangsaan yang diinisiasi oleh beberapa organisasi kemahasiswaan Jawa Barat ini merupakan upaya bersama yang dilakukan organisasi Cipayung Jawa Barat yang terdiri dari DPD GMNI Jawa Barat, Korwil II GMKI, dan PD KMHDI Jawa Barat.
Sekretaris DPD GMNI Jawa Barat, Dewex Sapta Anugrah menyampaikan aksi ini merupakan gerakan untuk menjaga soliditas di tengah kepungan gerakan yang terindikasi bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
“Ini merupakan gerakan bersama antar organisasi Cipayung Jawa Barat untuk menjaga soliditas di tengah kepungan gerakan yang terindikasi bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Terlebih Jawa Barat merupakan salah satu basis terbesar dari penyebaran gerakan tersebut, oleh karena itu, kita berinisiatif melakukan konperensi pers ini sebagai langkah yang kita ambil bersama dalam menjaga persatuan dan kesatuan,” kata Dewex Sapta Anugrah.
Konferensi pers ini berangkat dari peristiwa yang terjadi di Makassar beberapa waktu lalu, yakni terjadi pemukulan terhadap salah satu kader organisasi Cipayung oleh orang yang tidak dikenal.
Theo Cosner Korwil II GMKI menyampaikan aksi ini sebagai salah satu bentuk kerja sama strategis pemuda dan mahasiswa dalam menjaga persatuan dan kesatuan, serta munculnya gerakan aksi #2019gantipresiden menjadi potensi konflik antar anak bangsa semakin terbuka.
“Ini merupakan bentuk kerja sama strategis pemuda dan mahasiswa dalam menjaga persatuan dan kesatuan, dan langkah ini kita ambil sebagai keresahan bersama ditengah dinamika politik saat ini. Dan kita berharap apa yang terjadi di Makassar tidak terjadi di wilayah Jawa Barat yang merupakan representatif politik nasional, untuk itu saya mengajak kepada seluruh masyarakat Jawa Barat dan seluruh pemuda dan mahasiswa Jawa Barat untuk saling bahu membahu menjaga persaudaraan. Dan saya berpendapat bahwa munculnya gerakan aksi #2019gantipresiden potensi konflik antar anak bangsa makin terbuka sehingga aksi gerakan #2019gantipresiden harus segera dihentikan,” jelasnya.
Tidak hanya itu, I gede Ngurah Eka Humas PD KMHDI Jawa Barat juga menyampaikan keresahan yang terjadi merupakan akibat dari domino pilkada DKI 2017 yang lalu.
“Keresahan yang terjadi saat ini merupakan efek domino dari pilkada DKI 2017 lalu. Tentu ini merupakan kesalahan besar para elit politik yang haus mengejar kekuasaan tanpa memikirkan efek jangka panjang di masyarakat. Konflik ini terus merebak hingga menimbulkan gesekan-gesekan panas antar masyarakat di seluruh daerah Indonesia dan ini harus segera dihentikan. Kami ingin bangsa ini tumbuh dalam suasana politik yang penuh ide dan gagasan demi kemajuan bangsa, bukan dengan sentiment yang mengancam keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan di tengah perbedaan pilihan politik,” tegas I gede Ngurah Eka.
Adapun isu yang menjadi pembahasan dalam konferensi pers ini, “Pemilu Damai 2019 dan Solidaritas Aksi Pemukulan Kader PMII di Makassar”.
Poin-Poin Konferensi Pers:
1. Mengecam aksi pemukulan dan intimidasi terhadap kader PMII di Makassar yang dilakukan kelompok #2019gantipresiden.
2. Hentikan politik sara, pecah belah, dan ujaran kebencian.
3. Junjung perbedaan sebagai identitas kebudayaan bangsa.
4. Stop provokasi Rakyat dalam pemilu.
5.Meminta elit politik untuk memberikan kesejukan politik, dan tidak memperkeruh situasi nasional.
6.Perkuat persatuan nasional.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...