Liverpool, Mo Salah dan Liga Champions

290

Semifinal Leg 1 di Anfield

Semifinal Liga Champions leg pertama antara Liverpool melawan AS Roma tadi malam menghasilkan 7 gol. Pertandingan yang begitu menarik. Heavy Metal Football ala Jurgen Kloop benar-benar diterapkan oleh para pemain Liverpool khususnya dalam 80 menit pertandingan. Kita bisa menyaksikan bagaimana pemain-pemain seperti James Milner, Jordan Henderson dilapangan tengah seperti tidak kenal lelah mengejarbola, belum lagi ketika melihat trio penyerang Sadio Mane, Roberto Firmino dan Mo Salah yang membuat pemain-pemain bertahan AS Roma kehilangan akal untuk mengalirkan bola ke tengah maupun kedepan. Hal tersebut yang menyebabkan Liverpool bisa melesakkan 5 gol di pertandingan tersebut. Beruntung di 10 menit terakhir Liverpool mengendurkan permainan sehingga AS Roma bisa mencetak 2 gol melalui Edin Dzeko dan titik putih yang dieksekusi dengan sempurna oleh Diego Perroti. 2 gol tersebut tentu membangkitkan asa pasukan Di Francesco untuk membalikan keadaan di Olimpico seperti yang mereka lakukan terhadap Barcelona beberapa waktu yang lalu.

Pentingnya Mo Salah untuk Liverpool

43 gol yang telah dicetak oleh Mo Salah selama musim 2017-2018 disemua ajang membuktikan bagaimana ganasnya pemain international Mesir ini setelah pindah dari AS Roma. Hanya terpaut 4 gol dari rekor yang diciprtaka legenda Liverpool Ian Rush yang mencetak 47 gol disemua kompetisi dalam 1 musim. Melihat masih ada 3 pertandingan Liverpool di Liga Inggris, dan masih bermain di leg kedua Liga Champions, maka pecahnya rekor tersebut bukanlah hal yang mustahil. Terlebih bila Liverpool lolos ke Final Liga Champions yang akan berlangsung di Kyiv akhir Mei mendatang.

Dalam pertandingan semalam Mo Salah juga berperan sangat besar terhadap kemenangan Liverpool, 2 gol dan 2 assist saat melawan bekas klubnya menjadi catatan mentereng penampilan Salah tadi malam. Tak heran jika para pengamat melihat Liverpool saat ini tergantung dengan peran Mo Salah itu sendiri. Tapi yang jelas kita tidak bisa juga menampik peran pemain lain, Jurgen Kloop sebagai pelatih, Managemen klub bahkan Fans yang bernyanyi sepanjang pertandingan sangat membantu Mo Salah dalam mengeluarkan permainan terbaiknya. Peran Mo Salah memang penting, tapi keutuhan tim (Peran Pelatih. Pemein. Managemen dan fans) yang dimiliki Liverpool saat ini jauh lebih penting.

Baca Juga:  Jika Hengkang dari PSG, Pastore Ingin Kembali ke Italia

Liverpool dan Liga Champions

Fans Liverpool melakukan klaim bahwa “yang membedakan Liverpool dan tim inggris lain di Liga Champions adalah DNA (suatu asam nukleat yang menyimpan segala informasi biologis yang unik dari setiap makhluk hidup-red) nya” . jadi Liverpool dianggap memiliki aliran darah yang unik ketika bermain di Liga tersebut.

Baca Juga: Catatan Hitam Sepakbola Indonesia

Bila dilihat dari sejarahnya tidak ada yang bisa menampik klaim tersebut, karena hanya Liverpoollah tim Inggris yang berhak memakai Badge of Honour (BOH) saat berlaga dalam pertandingan Liga Champions. Klub yang berhak memakai BOH adalah klub yang telah menjuarai minimal 5 kali atau 3 kali berturut-turut Liga Champions. Sejauh ini baru ada 6 klub yang berhak memakainya yakni Real Madrid, AC Milan, Liverpool, Bayern Munchen, Ajax Amsterdam dan yang terakhir adalah Barcelona.

Musim ini menjadi kesempatan emas Liverpool untuk menambah pundi-pundi Piala Liga Champions setelah absen 11 tahun menembus semifinal. (Terakhir Liverpool menembus semifinal tahun 2007, dan kalah di Final saat melawan AC Milan)

Jurgen Kloop mampu membuat kolektivitas tim sehingga sampai sejauh ini menjadi tim tersubur di Liga Champions musim ini. Seluruh pemain seolah memiliki kepercayaan diri yang tinggi sehingga mampu mengkandaskan klub kuat Portugal FC Porto maupun kandidat kuat juara Manchester City dengan agregat gol yang cukup telak 5-0 dan 5-1.

Namun apakah Liverpool dapat menembus Final dan menjuarai Liga Champion musim ini? Penulis yakin bila Liverpool bisa memainkan sepek bola seperti yang dilakukan saat 80 menit awal semifinal leg pertama tadi malam di Anfield, maka Liverpool mampu mengalahkan tim manapun termasuk AS Roma pada semifinal leg kedua di Olimpico minggu depan.