99 Desa di Mandalika Terapkan Konsep Pariwisata Berkelanjutan

11
mandalika
Ilustrasi: iNews

SERIKATNEWS.COM – Pembangunan infrastruktur destinasi wisata di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadirkan Bali Baru di Indonesia. Bahkan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mempercepat penyusunan Integrated Tourism Masterplan (ITMP) di kawasan Mandalika, NTB.

Untuk itu, Kemenpar meminta stakeholder pariwisata yang ada di sekitar kawasan Mandalika untuk memberikan masukan agar ITMP segera terealisasikan di salah satu kawasan yang ditetapkan pemerintah sebagai destinasi super prioritas itu.

“Untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi, OPD terkait dapat membuat assessment mengenai jumlah tenaga kerja dan jenis pekerjaan yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan Kawasan Mandalika agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton,” kata Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Kemaritiman Frans Teguh, dikutip dari iNews, Senin (9/9/2019).

Frans Teguh juga mengatakan bahwa framework kepariwisataan berkelanjutan Provinsi NTB memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki oleh provinsi lain, yakni Desa Sesaot yang merupakan desa wisata terbaik di Indonesia serta Universitas Mataram sebagai Monitoring Center of Sustainable Tourism Observatory (MCSTO) yang telah mendapat pengakuan dari PBB.

Hal-hal tersebut merupakan modal penting bagi NTB dalam mengimplementasikan kepariwisataan berkelanjutan yang merupakan ‘panacea atau solusi’ dalam meningkatkan reputasi destinasi wisata yang terdampak bencana alam.

“Untuk itu kami sangat berharap setiap stakeholder pariwisata yang hadir dalam forum ini dapat berkomitmen mendukung kepariwisataan berkelanjutan sesuai pilar-pilar Global Sustainable Tourism Council (GSTC) di kawasan Mandalika khususnya,” katanya.

Pada forum strategis ini, hadir pula Asisten Administrasi dan Umum, mewakili Setda Provinsi Nusa Tenggara Barat Hartina, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Lalu M. Faozal, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB Najamuddin Ami serta para pelaku wisata di NTB.

Baca Juga:  Candi Prambanan Dihiasi Delapan Tanaman Baru

Lalu M. Faozal menjelaskan, konsep Kepariwisataan Berkelanjutan pada dasarnya telah sesuai dengan program Pemerintah Provinsi NTB yaitu Asri dan Lestari serta Sejahtera dan Mandiri. Oleh karena itu bukan suatu hal sulit bagi NTB untuk bisa menerapkan konsep ini.

Salah satu bentuk penerapan kepariwisataan berkelanjutan yang sudah berjalan di NTB di antaranya program 99 Desa Wisata. Program ini merupakan satu program prioritas Gubernur pada 2019 yang diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata NTB di pasar wisman tradisional maupun non-tradisional seperti Australia yang tumbuh signifikan setelah dibukanya penerbangan langsung Lombok-Perth yang dilayani oleh maskapai Air Asia.

“Karena itu forum ini mempertegas bahwa dalam penerapan kepariwisataan berkelanjutan diperlukan komitmen, konsistensi, dan kolaborasi untuk tindak lanjut dalam pembangunan kepariwisataan di destinasi bersama para pihak terkait,” katanya.