SERIKATNEWS.COM – Pihak manajemen NET TV dikabarkan sudah menawarkan kepada puluhan karyawan untuk mengundurkan diri. Manajemen NET TV sendiri menawarkan benefit bagi para karyawannya yang ingin mengundurkan diri.
“Sekarang ini yang mengundurkan diri sudah 20-an di bulan ini. Begitu kami beri penawaran, mereka langsung respons,” ujar COO PT Net Mediatama Televisi, Azuan, dikutip dari kompas.com.
Azuan mengatakan, dalam menghadapi situasi industri terkini, pihak NET melakukan sejumlah strategi terkait sumber daya manusia. “Kami enggak ada PHK massal, kami enggak ada. Yang ada kami itu sebenarnya begini, ini, kan, kami juga di era sekarang ini dengan kompetisi yang semakin berat. Jadi, kami melakukan re-strategi terhadap perusahaan. Jadi kami membuat strategi-strategi baru begitu lho. Nah terkait juga soal strategi human resource kami,” kata Azuan.
Menurutnya, saat ini pihaknya memberikan penawaran tak mengikat kepada karyawan yang bersedia mengundurkan diri. “Untuk masalah PHK itu, kan, memang di luar tereksposnya seperti itu ya. Pada praktiknya itu enggak ada. Nah kami malah dengan situasi seperti ini, kami memberikan penawaran kepada karyawan. Yang berniat untuk mengundurkan diri kami akan beri benefit untuk mereka,” kata Azuan.
Lebih lanjut, Azuan mengatakan bahwa langkah ini dilakukan setelah menjalin kesepakatan dua arah antara pihak manajemen dan karyawan. Ia memastikan, saat ini NET TV tidak dalam kondisi bangkrut. Azuan berharap semua pihak tak memercayai informasi-informasi yang beredar tanpa konfirmasi langsung dari NET TV.
Sebelumnya di media sosial ramai mengenai kabar PHK massal yang menimpa stasiun televisi itu. Bahkan, berita terkait PHK massal NET TV menjadi trending topic di Twitter Indonesia dari Kamis (8/8/2019) hingga Jumat (9/8/2019). Banyak warganet tak rela jika kabar ini benar adanya. Tak hanya itu, beberapa warganet juga menyayangkan beberapa program favorit yang tak lagi tayang di NET TV.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...