SERIKATNEWS.COM – Pemindahan ibu kota baru tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024. Pada tanggal 26 Agustus 2019 yang lalu, Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa ibu kota baru akan dibangun di wilayah administratif Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membeberkan rencana pengembangan ibu kota baru yang mempunyai konektivitas dan aksesibilitas yang baik. Menurutnya, konektivitas dan aksesibilitas di ibu kota baru nantinya akan sangat mengandalkan transportasi publik atau massal.
“Konektivitas dan aksesibilitas yang baik bisa dilakukan dengan membangun MRT, LRT, kereta api dan bus listrik. Itu akan sangat memudahkan pergerakan masyarakat,” kata Budi Karya Sumadi melalui keterangan resmi yang diterima Serikat News, Rabu (2/10/2019).
Budi Karya mengatakan bahwa Kemenhub juga menargetkan beberapa aspek yang harus dipenuhi di ibu kota baru, seperti optimalisasi waktu tempuh penggunaan transportasi publik, seperti perjalanan 20 kilometer maksimal dapat ditempuh selama 30 menit, dan 80 persen masyarakat maksimal berjalan kaki 10 menit untuk menuju transportasi umum.
Dalam rencana membangun infrastruktur transportasi di ibu kota baru, Kemhub mempunyai konsep “Smart City, Smart Mobility”. Konsep tersebut mendorong orang untuk menggunakan transportasi massal, berjalan kaki dan bersepeda dengan fasilitas yang ramah orang dan lingkungan.
“75 persen angkutan umum yang akan dibuat berbasis listrik dan berbahan bakar ramah lingkungan,” ujarnya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...