PEMINDAHAN Ibu Kota Negara menjadi program terbesar di periode kepemimpinan Presiden Jokowi. Hal ini membutuhkan dukungan dan support penuh dari masyarakat Indonesia. Gotong royong sebagai kekuatan bangsa Indonesia dan menjadi harapan besar untuk bahu membahu demi suksesnya pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Ada visi besar Presiden Jokowi tentang menatap wajah Indonesia 2045. Visi Indonesia 2045 menjadi ‘Kota Dunia Untuk Semua’ merupakan peluang yang harus ditangkap kita semua, terkhusus anak muda.
Konsep dan langkah yang dibuat Presiden Jokowi terkait Ibu Kota Nusantara layak diapresiasi. Sebab, tidak menghilangkan unsur kebudayaan yang selama ini lekat dan dan kental dengan masyarakat Indonesia yang sangat beragam. Hal ini ditunjukkan dengan mengakomodir dan diikutsertakannya tokoh-tokoh adat serta tokoh masyarakat yang ada di Kalimantan.
Persiapan demi persiapan telah dilakukan, maka perlahan pembangunan akan segara dimulai. Presiden bersama seluruh gubernur di 34 provinsi menggelar kemah bersama dan membuat Ritual Kendi Nusantara. Hal ini mendapatkan apresiasi dan dukungan masyarakat karena nuansa IKN bersahabat dengan Alam dan mengandung nilai-nilai kebudayaan.
Kemah menjadi salah satu kegiatan yang mendekatkan kita dengan suasana alam dan kesejukannya. Ritual Kendi Nusantara merupakan perwujudan kebhinekaan dan persatuan yang kuat di antara kita.
Potret yang kita lihat bahwa tanah dan air yang dibawa oleh para gubernur untuk kegiatan Ritual Kendi Nusantara memiliki nilai sejarah dan kesakralannya masing-masing. Sebab, diambil dari tempat-tempat yang bersejarah serta di sebagian daerah telah melalui proses adat istiadat.
Semisal, Isran Noor membawa tanah dan air yang diambil dari dua wilayah yang masuk dalam Kesultanan Kutai Kartanegara dan Kesultanan Paser. Kemudian Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memilih membawa air dan tanah yang diambil dari tujuh sumber, di antaranya dari Panguripan, Jalatunda, Brantas, keraton barat dan timur Majapahit.
Kemudian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengambil air dan tanah dari sejumlah gunung yang merupakan pusat bumi atau pusatnya dunia. Jawa Tengah itu ada beberapa lokasi yang dikenal sebagai pusar bumi. Lokasi yang jadi pusat kebudayaan, ada peninggalan leluhur dan lainnya.
Kemudian Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah membawa tanah dari Tambora dan air dari Narmada ke Ibu Kota Negara Nusantara. Beliau meyakini bahwa air dari Narmada membuat kita awet muda.
Kemudian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memilih membawa tanah dari Kampung Susun Akuarium. Anies memilih tanah Kampung Akuarium karena melambangkan Republik Indonesia digagas oleh kaum terdidik dan diperjuangkan oleh semua rakyat Indonesia.
Kemudian Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membawa tanah dan air dari 27 kabupaten dan kota di Jabar. Air dan tanah itu merupakan simbol bahwa Jabar akan menjadi satu dengan daerah lain dalam bentuk persatuan. Hal ini dilakukan oleh semua gubernur di 34 provinsi yang tentu masing-masing daerah memiliki nilai dan kesakralannya masing-masing.
Kaltim dijadikan Ibu Kota Nusantara pasti melihat sejarah panjang Karena peradaban Indonesia dimulai dari tanah Borneo. Sejarah ini bisa dikatakan sebagai sejarah berulang, karena pada tahun 1600 telah berdiri kerajaan pertama di Indonesia yang bernama kerajaan Martadipura, letaknya di muara kanan Kutai Kartanegara.
Kalimantan Timur dulunya hanyalah wilayah yang primitif. Sekelompok komunal menghabiskan generasinya dengan berburu, bercocok tanam sampai menemukan cahaya peradaban. Tanah Borneo menjadi tempat masuknya manusia purba untuk mengenal banyak hal, yaitu mulai belajar dari pemerintahan, budaya, seni dan agama.
Kerajaan Martadipura merupakan kerajaan pertama di nusantara ini, sehingga bibit dari segala hal berasal dari tanah Borneo. Mulai dari mengenal tata kelola memerintah, menguasai hingga mengayomi pemerintahan, melahirkan sistem hingga tercipta masyarakat yang disebut rakyat dan pemimpin yang disebut raja.
Melalui pemerintah lahir aturan-aturan yang kemudian menjadi hukum formal. Ada hak dan kewajiban, melanggar akan diganjar saksi. Serta mengatur dan melindungi keberlangsungan masyarakat meski masih sederhana. Di tanah Borneo khususnya di kerajaan Martapura perlahan mencium peradaban itu sehingga mampu tersebar di seluruh Tanah air.
Dengan demikian, seluruh pemuda Indonesia terkhusus pemuda Kalimantan untuk bersama-sama, bergotong royong, dan bahu membahu dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara. Anak muda tentu memiliki peranan penting dalam mempersiapkan SDM unggul agar mampu bersaing dalam sektor apa pun sehingga tidak menjadi tamu di rumah kita sendiri. Spirit yang kita bangun adalah berkolaborasi membangun negeri demi terciptanya masyarakat sejahtera adil dan makmur.
Ketua Umum Pemuda Borneo Nusantara
Menyukai ini:
Suka Memuat...