SERIKATNEWS.COM – Wakil Ketua DPD I Golkar Provinsi Jambi, Supardiono menanggapi sikap politikus PDIP Arteria Dahlan yang mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelidiki proyek Kartu Prakerja di saat pandemi Covid-19.
Menurut Supardiono, pengadaan platform digital untuk program Kartu Prakerja adalah wajib dan harus dilakukan sebagaimana diinisiasi Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto bahwa digitalisasi adalah instrumen strategis dalam rangka transparansi dan efektifitas penggunaan anggaran sekaligus recovery ekonomi akibat Covid-19.
“Dengan adanya digitalisasi dalam program Kartu Prakerja untuk membangun pondasi prinsip transparansi dan indepensi dalam rekrutmen peserta dan penggunaan anggaran Kartu Prakerja,” ungkap Supardiono dalam keterangan tertulis yang diterima Serikat News, Sabtu (2/5/2020).
Supardiono mengungkapkan, seharusnya langkah Airlangga yang juga Ketua Umum Golkar tersebut diapresiasi karena telah melakukan terobosan-terobosan dalam melakukan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini.
“Mari kita sama-sama bersinergi dan mempersiapkan diri dengan penguatan basis kompetensi SDM unggul dan Indonesia Maju sesuai dengan orientasi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, dan menumbuhkan semangat gotong royong untuk recovery ekonomi akibat dampak Covid-19,” imbuhnya.
Dia menyayangkan sikap Arteria, dalam situasi penanganan Covid-19 seyogyanya politisi PDI-P itu menciptakan suasana sejuk dan fokus pada solusi untuk melawan Covid-19.
Sebelumnya, Arteria meminta KPK untuk mengusut anggaran pelatihan program Kartu Prakerja senilai Rp5,6 Triliun saat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III dengan KPK yang disiarkan langsung secara online.
Arteri curiga ada kongkalikong dengan keterlibatan delapan platform digital atau start up dalam program Kartu Prakerja. Delapan start up tersebut, antara lain Tokopedia, Skill Academy by Ruang Guru, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir dan Sisnaker.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...