SERIKATNEWS.COM – Beberapa waktu belakangan ini, harga cabai di tingkat petani sempat anjlok. Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Retno Sri Hartati Mulyandari, penurunan harga salah satunya dipicu pemberlakuan PPKM. Terlebih pembatasan mobilitas terjadi pada masa panen cabai, yakni bulan Juli-Agustus.
Retno mengatakan, di masa PPKM beberapa sumber penyerapan dari komoditas pertanian, seperti katering untuk hajatan, restoran, sampai kegiatan pariwisata tidak bergerak seperti situasi normal. Sehingga, stok cabai jadi berlimpah, surplus mencapai 4.439 ton tidak terserap optimal ke pasar.
Akan tetapi, menurut Retno, kondisi demikian tidak akan berlangsung lama. Sebab, cabai merupakan komoditas yang dapat dipanen beberapa kali dalam setahun. Petani akan kembali memperoleh keuntungan di periode panen berikutnya.
“Perlu diketahui untuk cabe ini dia tidak hanya panen sekali (dalam setahun). Saat ini dia panen dalam kondisi surplus harga turun, tapi dia masih punya kesempatan untuk untung di panen berikutnya InsyaAllah,” kata Retno, Rabu 1 September 2021.
Untuk mengantisipasi defisit maupun kelebihan stok komoditas seperti cabai, lanjut Retno, Kementerian Pertanian telah menerapkan teknologi Early Warning System. Dengan melihat data pada sistem tersebut, Kementan dapat menyeimbangkan stok di setiap daerah agar tidak ada defisit dan stok yang tak terserap.
“Early Warning System ini adalah sistem di mana kita bisa tahu posisi-posisi kebutuhan, kemudian persediaan, dan itu nanti ada (indikator) apakah ada defisit atau tidak. Jadi dengan neraca itu kita bisa distribusikan (stok cabai) sesuai kebutuhan,” imbuh Retno.
Ditambahkan, dalam situasi seperti ini, hendaknya semua pihak tidak saling menyalahkan. Namun sebaliknya, baik Kementan dan stakeholder lainnya harus bahu-membahu untuk membuat kondisi harga cabai kembali stabil. (tnh)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...