JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif menjajaki penguatan industri mebel berbasis kekayaan intelektual lewat kolaborasi strategis. Langkah ini dibahas dalam audiensi bersama Himpunan Desainer Mebel Indonesia di Jakarta, Selasa 3 Maret 2026.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai asosiasi punya posisi strategis dalam kurasi talenta kreatif. “Asosiasi seperti HDMI memiliki peran krusial untuk membantu kami mengkurasi talenta kreatif yang siap untuk diakselerasi,” ujarnya.
Menurut Teuku, asosiasi paling paham kondisi lapangan sekaligus potensi yang bisa didorong lebih jauh. “Asosiasi lah yang paling tahu tantangan dan potensinya di mana,” katanya.
HDMI merupakan organisasi profesi yang menghimpun desainer furnitur dari berbagai daerah di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada 28 Oktober 2010 di Universitas Paramadina dan kini memiliki sekitar 200 anggota di sejumlah provinsi.
Dalam ekosistem industri kreatif, HDMI berperan sebagai mitra strategis pemerintah dan lembaga pelatihan kerja. HDMI juga menjadi rujukan serta mitra Lembaga Sertifikasi Profesi dalam penguatan standar dan kompetensi desainer mebel nasional.
Salah satu fokus HDMI tahun ini adalah meningkatkan nilai tambah produk lewat pengelolaan kekayaan intelektual. Sejalan dengan itu, Kementerian Ekonomi Kreatif memperkuat skema pendanaan berbasis KI agar akses pembiayaan makin inklusif.
Teuku menjelaskan Indonesia kini memiliki 64 IP Evaluator yang dilatih oleh World Intellectual Property Organization. “64 orang ini akan menjadi mitra perbankan untuk pendanaan KUR berbasis kekayaan intelektual, artinya kita bangun ekosistemnya dalam hal pendanaan,” ujarnya.
Dewan Pembina HDMI R.M. Satya Brahmantya menekankan keunggulan komparatif Indonesia dari sisi sumber daya alam sebagai fondasi desain mebel. “Kita punya kayu jati, rotan, bambu dengan ribuan spesies, tapi kita harus bersaing di nilai tambah, material, skill, karakter, dan storytelling,” katanya.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Yuke Sri Rahayu menilai subsektor mebel punya fondasi industri yang kuat dan layak diakselerasi. “Mebel juga termasuk subsektor kriya dan sudah punya industri yang kuat, mungkin ke depan bisa masuk kategori program akselerasi kami,” ujarnya.
Sinergi Ekraf dan HDMI diharapkan menggeser posisi desainer mebel dari sekadar produsen bahan baku menjadi kreator bernilai tinggi. Target akhirnya adalah mebel Indonesia tampil di pasar global dengan identitas kuat berbasis kekayaan intelektual. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...