Wamendes Dorong Perusahaan Pertambangan Gencarkan Program Pemberdayaan Masyarakat
Penulis: Serikat News
Kamis, 21 Juli 2022 - 20:02 WIB
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi pada Kamis (21/7) mengunjungi kampung Amoi, Kecamatan Muntok, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. (Foto: Humas Kemendes PDTT)
SERIKATNEWS.COM – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi pada Kamis (21/7/2022) mengunjungi kampung Amoi, Kecamatan Muntok, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam kunjungan ini, Wamen Budi Arie meninjau lokasi Gapoktan Tanjung Jaya, Muntok yang mengelola agribisnis dengan mendapat dukungan dari PT Timah melalui program pemberdayaan berbasis agribisnis yang dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
Wamen Budi Arie berdialog dan meninjau kandang, rumah pembibitan, rumah kompos, dan peternakan bebek yang dikelola Gapoktan Tanjung Jaya serta melakukan penanaman buah durian.
“Kita melihat bagaimana peran korporasi seperti PT Timah ini dalam mendukung kemajuan masyarakat sekitar terutama lewat Agro Mandiri Terintegrasi,” katanya.
Menurutnya, Program yang dilakukan oleh PT Timah sudah sesuai dengan program nasional dalam menghadapi ketahanan pangan kedepan, pengurangan stunting dan menurunkan kemiskinan ekstrim.
“Program pemberdayaan masyarakat desa yang dilakukan oleh PT Timah ini harus menjadi contoh bagi seluruh korporasi seluruh indonesia yang peduli terhadap lingkungan dan juga pengembangan masyarakat terutama pada masyarakat sekitar yang menjadi tempat perusahaan beroperasi. Yang penting masyarakat jangan hanya menjadi penonton. Tapi, dilibatkan langsung,” katanya.
Foto: Humas Kemendes PDTT
Lebih lanjut, Wamen Budi Arie menilai bahwa dalam pembangunan desa terdapat 5 titik prioritas yakni Ketahanan Pangan, stunting, kemiskinan ekstrim, BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa dan digitalisasi ekonomi desa.
“Program PT Timah ini melalui Agro Mandiri Terintegrasi ini ada 3 prioritas yang bermanfaat bagi masyarakat yakni dalam memperkuat ketahanan pangan, mengurangi stunting dan menurunkan kemiskinan ekstrim,” katanya.
Untuk BUMDes yang menjadi motor penggerak ekonomi desa umumnya memiliki 3 permasalahan yakni produksi, pemasaran dan permodalan. Sehingga, Wamen Budi Arie berharap dukungan dari korporasi untuk dapat turut membantu permasalahan BUMDes yang ada di sekitar lokasi perusahaan beroperasi.
“Kalau dibantu supervisi oleh perusahaan terkait BUMDes, saya yakin persoalan BUMDes akan segera teratasi sehingga perekonomian terus bergerak di desa. Mudah-mudahan permasalahan ini bisa disupport,” katanya.
Dalam kesempatan kunjungan ini, Wamen Budi Arie mengajak masyarakat desa memanfaatkan potensi yang ada didesa untuk dapat meningkatkan perekonomian desa, mengurangi stunting, menguatkan ketahanan pangan.
“Salah satunya dengan berternak ayam, telurnya bisa menjadi asupan yang bergizi sehingga dapat mengurangi stunting dan juga dengan beternak ayam juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat desa,” katanya.
JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menandatangani Nota Kesepahaman Bersama dengan Wadhwani Foundation dan PT Indosat Tbk untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan
BEKASI —Ahli waris korban kecelakaan kereta api menerima santunan jaminan sosial sebesar Rp435.624.820 setelah korban tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan
Probolinggo – Meski statusnya sudah dinaikkan atau menetapkan sebagai tersangka, namun Polres Probolinggo tidak melakukan penahanan kepada Kepala Desa (Kades)
JAKARTA – Ketua Dewan Pers, Prof. Komaruddin Hidayat, menegaskan pentingnya peran pers berkualitas dalam menjaga nalar publik dan memperkuat demokrasi,
YOGYAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta menggelar pengajian bagi klien pemasyarakatan di Griya Abhipraya Purbonegoro, Selasa, 28 April
PAMEKASAN — Puluhan aktivis yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Masyarakat Revolusi (Formaasi) bersama Tim Pencari Fakta Nusantara (TPF-N) menggelar
YOGYAKARTA – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan status gizi pelajar masih menghadapi persoalan serius terkait keamanan