Sejak Kongres ke 4 di Bali yg memutuskan bahwa PDIP adalah partai kader maka keberadaan Badiklatpus menjadi sentral bagi tugas partai yang utama yaitu menyediakan para pemimpin bagi Indonesia. Badiklatpus bertanggung jawab menyiapkan kader untuk internal (pengurus partai) tapi juga legislatif dan eksekutif selain menyelenggarakan kaderisasi khusus perempuan.
Penyelenggaraan pilkada serentak 2018 menunjukkan hasil yang patut disyukuri. Walau di bawah target, PDIP menjadi partai paling banyak berhasil menempatkan para kadernya di posisi gubernur sebanyak 4 orang dan wakil gubernur sebanyak 3 orang. Ini capaian tertinggi di antara partai-partai lainnya.
Yang lebih membanggakan, PDIP juga memenangkan 60% pilkada tingkat 2 dengan menempatkan kader-kadernya sebagai 33 kepala daerah dan 38 wakil kepala daerah baru. Inipun merupakan capain yang cukup membanggakan dan melampaui prestasi parpol-parpol lain.
Semua para kepala daerah baru tersebut disiapkan secara serius melalui sekolah partai yang didalamnya ada pembekalan ideologi dan teknis tata kelola pemerintahan. Beberapa bukti dari hasil pendidikan tersebut, misalnya tidak satupun calon PDIP mengusung isu SARA tetapi fokus pada gagasan-gagasan pembaharuan demi segera mewujudkan keadilan sosial.
Walau terus didera hoax soal isu-isu sektarianisme, tapi PDIP dengan sadar menolak untuk pragmatis dengan turut dalam politik identitas menggunakan aspek SARA. PDI Perjuangan sadar bahwa tugas utama partai adalah mentransformasi masyarakat sesuai ideology negara sehingga bukan saja kita siapkan pemimpin yang berwawasan kebangsaan tetapi konsisten berkampanye (dan kelak memimpin daerahnya) dengan perspektif inklusif dan multikultural sesuai Pancasila.
Tantangan pilkada telah dijawab, dengan makin banyaknya para kepala daerah PDI Perjuangan maka akan memudahkan memenangkan Jokowi sebagai presiden 2019-2024 termasuk demi mensukseskan program-program Presiden yang disiapkan PDIP secara komprehensif dan berkesinambungan untuk Pusat dan Daerah.
Satu catatan khusus yang istimewa adalah prestasi para kader di Sulsel. Bukan saja berhasil mendudukkan kader sebagai gubernur tetapi semua cabup dan cawabup yang diusung PDI Perjuangan memenangkan pertarungan meski di kab yang PDI Perjuangan tidak mempunyai kursi. Ini cukup istimewa karena Sulsel yang selama ini didominasi PG sudah mulai bisa dibagi dengan PDI Perjuangan.
PDI Perjuangan masih akan bekerja keras menyiapkan para pemimpin di legislatif di tahun 2019 bersamaan dengan pilpres. Sejak 2015 Badiklapus telah bekerja bersama 34 badiklatda dan 450 lebih badiklatcab menyiapkan para caleg, yang akan dituntaskan dengan pelatihan untuk anggota legislatif yang lolos.
Bersamaan dengan itu, PDI Perjuangan juga sedang mempersiapkan kaderisasi nas ketiga untuk para kader perempuan. Hal ini untuk mewujudkan tekad PDI Perjuangan untuk meningkatkan partisipasi perempuan di dewan legislatif di berbagai tingkat.
Ketum pernah mengingatkan, bahwa para kader adalah etalase partai. Melalui para kader di eksekutif, legislatif dan struktur partai yang berwawasan kebangsaan, progresif, berintegritas dan berkapasitas memadai yang akan bermanfaat bagi rakyat. Tugas PDI Perjuangan serius menyiapkan para pemimpin tersebut untuk dipilih rakyat yang cerdas dan berkualitas juga.
Ketua Kaukus Pancasila DPR RI
Menyukai ini:
Suka Memuat...