PROBOLINGGO – Pendapatan para driver ojek online (Ojol) di Probolinggo terus mengalami penurunan. Kondisi ini sangat berbeda dengan masa sebelum pandemi Covid-19, di mana para driver masih bisa dengan mudah mendapatkan penghasilan harian.
Hernati Mediani (64), seorang driver ojol senior asal Kedopok, mengungkapkan bahwa sebelum pandemi, rata-rata penghasilan driver bisa mencapai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari. Namun, situasi berubah drastis setelah pandemi melanda.
“Sekarang penghasilan sangat bergantung pada restoran dan penumpang, terutama dari kalangan pelajar dan pegawai. Itu pun jumlahnya semakin menurun,” ujar Midy kepada Serikat-News, Selasa (26/8/2025).
Salah satu restoran yang selama ini menjadi andalan para driver adalah Gacoan, yang dikenal ramai karena rasa makanan dan harga terjangkau. Namun, belakangan pesanan dari restoran tersebut juga ikut menurun, sehingga berdampak langsung pada pendapatan driver.
Hal senada juga disampaikan oleh Siti Mujaida (48), driver ojol asal Wonoasih. Ia mengaku beban hidup semakin berat karena pemasukan dari orderan ojol terus menurun.
“Kami mohon pemerintah setempat bisa memikirkan nasib driver ojol di Probolinggo. Persaingan makin ketat, orderan makin sedikit, sementara kebutuhan rumah tangga terus naik,” tutur Ida.
Minimnya lapangan pekerjaan membuat banyak masyarakat di Probolinggo memilih mendaftar menjadi driver ojol untuk memenuhi kebutuhan hidup. Meski hanya berstatus mitra, keberadaan ojol setidaknya telah membantu sebagian warga memperoleh penghasilan tambahan.
Dengan kondisi saat ini, para driver berharap pemerintah daerah bisa menghadirkan solusi yang nyata agar roda ekonomi para mitra ojol kembali bergairah.
Menyukai ini:
Suka Memuat...