SERIKATNEWS.COM – Bupati Kepulauan Meranti periode 2021-2024 Muhammad Adil terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ternyata, politikus asal Riau ini tercatat memiliki harta yang fantastis.
Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) pada 29 Maret 2022, harta kekayaan Muhammad Adil untuk periode 2021 mencapai Rp 4,7 miliar. Tepatnya ialah Rp4.785.577.310.
Harta kekayaannya terdiri dari 73 jenis tanah dan bangunan berstatus hasil sendiri berada di sejumlah wilayah Kepulauan Meranti dan daerah lain di Provinsi Riau. Total harga tanah dan bangunannya mencapai Rp4.317.400.000.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari segi alat mobilisasi, Adil memiliki 5 alat transportasi dan mesin berupa motor dengan nilai Rp174.000.000. Kemudian harta kas dan setara kas sebanyak Rp244.177.310.
Ia juga tercatat tidak memiliki utang. Artinya, sang bupati memiliki harta yang sangat fantastis.
Adil terjaring OTT KPK pada Kamis, 6 April 2023. Dia terciduk bersama 27 orang lainnya yang diduga melakukan tiga tindak pidana korupsi, yaitu menerima suap, memotong anggaran, dan menyuap.
Adil tiba di Gedung Merah Putih KPK di Jakarta pada Sabtu (8/4/2023) dini hari. “Saya mengucapkan mohon maaf kepada seluruh warga Kepulauan Meranti atas kekhilafan saya,” ujarnya seperti dikutip dari CNBC Indonesia.
Sebelumnya, Muhammad Adil sempat membuat publik gempar karena pernah mengatakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berisi iblis. Ia merasa dana bagi hasil (DBH) minyak di tempatnya dianggap tidak sesuai. Bahkan, sempat mengancam untuk mengeluarkan Kepulauan Meranti dari wilayah Indonesia.
Selain itu, Muhammad Adil ditangkap bersama puluhan pejabat Pemkab Meranti lainnya. KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai.
“Untuk bukti uang sementara kami pastikan tim juga mengamankannya. Jumlahnya masih terus dihitung dan dikonfirmasi kepada beberapa pihak yang diamankan,” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...