SERIKATNEWS.COM – Direktur Keamanan Negara Badan Intelijen dan Keamanan Polri Brigjen Pol. Umar Effendi yang menyampaikan di depan umum akan melakukan pemetaan masjid untuk menangkal terorisme dan akan melibatkan MUI.
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam acara Halaqah Kebangsaan yang bertajuk Optimalisasi Islam Wasathiyah dalam Mencegah Ekstremisme dan Terorisme yang digelar MUI disiarkan di kanal YouTube MUI, Rabu, 26 Januari 2022, yang lalu.
Koordinator Pusat Koalisi Mahasiswa Indonesia (Korpus KMI) mengecam pernyataan tersebut. Pernyataan Brigjen Umar dinilai tendensius dan bisa memicu konflik horizontal.
“Jadi di tengah krisis yang dialami Indonesia hari ini baiknya tidak ada yang berucap tendensius dan memicu kegaduhan publik, jika memang Baintelkam punya data dan bukti ya kerja senyap saja tidak perlu diumbar-umbar. Intel kerjanya senyap bukan teriak-teriak di podium kalau sudah begini kan salah kaprah dan tidak profesional,” ujar Koordinator Pusat Koalisi Mahasiswa Indonesia, Abraham dalam keterangan yang diterima, Sabtu, 12 Februari 2022.
Menurut KMI, pernyataan Brigjen Umar terkait masjid menjadi tempat penyebaran paham radikalisme ini sangat tidak tepat dan harus dievaluasi. Masjid itu tempat ibadah umat muslim, jadi kalau begini seolah-olah sekali menyudutkan.
“Pernyataan seperti ini bisa merugikan banyak pihak terutama umat muslim dan institusi Polri yang citranya dibangun baik oleh Kapolri. Jangan sampai karena pernyataan blunder Brigjen Umar ini semua jadi rusak, oleh sebab itu kami menyarankan Kapolri untuk memberi sanksi tegas kepada yang bersangkutan,” ujar Abraham.
Dalam keterangannya KMI menyampaikan dua poin tuntutan terkait hal ini. Pertama, Koalisi Mahasiswa Indonesia mendukung Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, M.Si untuk mencopot Brigjen Pol. Umar Effendi dari jabatan Dirkamneg Baintelkam Mabes Polri dan membebastugaskan dari jabatan struktural Polri, serta memberikan sanksi tegas sesuai dengan mekanisme dan peraturan internal Polri.
Kedua, KMI mendesak Kadiv. Propam Mabes Polri untuk memanggil dan memeriksa Brigjen Pol. Umar Effendi yang mengeluarkan staitement yang berpotensi menimbulkan kegaduhan dan berpotensi mencoreng nama baik Polri. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...