JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen meningkatkan pemanfaatan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika (MKG) guna memperkuat mitigasi bencana, kesiapsiagaan, serta mendukung pengambilan keputusan daerah. Kesepakatan tersebut mengemuka dalam kunjungan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke Kantor BMKG Pusat, Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Jawa Barat memiliki dinamika pembangunan yang tinggi sekaligus ancaman potensi bencana hidrometeorologi dan geofisika yang kompleks. Untuk itu, BMKG dan Pemprov Jabar telah mengintegrasikan data cuaca, peringatan dini, gempa bumi, serta tsunami ke dalam sistem pelayanan daerah seperti SAPAWARGA dan J-SITE.
Guna mendukung penguatan sistem mitigasi di lapangan, BMKG telah menghibahkan delapan unit peralatan peringatan dini tsunami dan proteksi lingkungan kepada BPBD Jabar, serta memproses penempatan radar cuaca di Desa Cilayung melalui mekanisme pinjam pakai lahan. BMKG juga melanjutkan kerja sama pelayanan data MKG dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Bandung hingga Oktober 2027.
“Harapannya, peringatan dini tidak hanya tersedia, tetapi dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat oleh pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Teuku Faisal Fathani.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang didampingi Sekda Jabar Herman Suryatman beserta jajaran dinas terkait, menyampaikan apresiasinya atas dukungan BMKG. Dedi menekankan pentingnya kesiapsiagaan berbasis sistem sebagaimana yang diterapkan di Jepang, terutama dalam mengantisipasi ancaman gempa bumi dari aktivitas Sesar Lembang di kawasan Bandung Raya serta sektor pertanian dan kelautan.
“Sesar Lembang menjadi salah satu ancaman gempa bumi yang perlu diantisipasi di wilayah Bandung dan sekitarnya. Karena itu, seluruh perangkat mitigasi harus tersedia dan berfungsi dengan baik,” tegas Dedi Mulyadi. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.